Prasetya Online

>

Kliping

Mari Membagi Laut Indonesia

Dikirim oleh zenefale pada 14 September 2018 | Dari Memo X, edisi Rabu 15 Agustus 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 31

Sekitar 73 persen wilayah Indonesia merupakan lautan, sedangkan sisanya daratan 27 persen. Secara logika akan lebih besar lagi peluangnya membangun laut, sebab peluang di dratan juga semakin sempit. Dimana secara umum penduduk Indonesia terbanyak no 5 di dunia, dengan 40 persen generasi muda. Diprediksi akan banyak pekerjan konvensonal menghilang, karena kemudahan arus teknologi yang semakin berkembang. Untuk itu pemerintah harus berpiki akan kemana generasi muda ini ditempatkan.

Gairah Pasar Elektoral 2019

Dikirim oleh zenefale pada 14 September 2018 | Dari Kompas, edisi Rabu 15 Agustus 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 34

Kemaajuan teknologi politik dalam pemilu Indonesia belum mampu menggairahkan pasar elektoral sejak Pemilu 1999. Semakin canggihnya teknik dan strategi mendulang suara pemilih justru dibayangi tren penurunan angka partisipasi pemilih dalam empat pemilu terakhir. Situasi pasar elektoral yang belum ideal tidak terlepas dari peran teknologi politik elektoral yang dimainkan parpol dan politisi.

Beli Kuota kuat, Masak Makan Ikan tak Kuat

Dikirim oleh zenefale pada 14 September 2018 | Dari Radar Malang, edisi Rabu 15 Agustus 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 23

Menteri Kelautan dan Perikanan RI Susi Pudjiastuti menyentil sekitar sebelas ribu mahasiswa baru UB. Ia meminta, mahasiswa jangan hanya pandai membeli kuota internet. Tapi yang tidak kalah penting adalah makan ikan laut agar tambah cerdas. Tentu saja, sentilan itu adalaha cara Susi untuk mengkampanyeklan gemar makan ikan yang merupakan ranah kementeriannya.

Jelang Pulang, Dihadiahi Gempa

Dikirim oleh zenefale pada 14 September 2018 | Dari Memo X, edisi Selasa 14 Agustus 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 23

Gempa bumi berkekuatan 7.0 SR yang mengguncang Lombok - Bali bahkan terasa sampai sebagaian wilayah Jawa Timur merupakan gempa terbesar di Indonesia tahun ini dan banyak memakan ratusan korban. Melihat situasi ini UB terpanggil untuk membantu pemerintah dalam menangani korban bencana tersebut. Rektor UB, Prof Nuhfil mengirim dua tim tanggap bencana, TED dari FKUB beserta dua mobil ambulan ke Lombok.

Jangkauan Dusun Terpencil Minim Air Bersih

Dikirim oleh zenefale pada 14 September 2018 | Dari Malang Post, edisi Senin 13 Agustus 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 16

Tim relawan Teknik Pengairan UB bersama Malang Post menulusuri Lombok Utara, Minggu (12/8) kemarin. Rombongan melewati berbagai daerah yang hancur karena gempa sebelum tiba di Dusun Rempek. Bangunan yang rata dengan tanah tersebar di areal dusun. Tak hanya tinggal di pengungsian karena rumah yang tak bisa ditempati, warga sekita ternyata juga membutuhkan pasokan air. Selain membawa logistik makanan, tim relawan Teknik Pengairan UB juga menyumbangkan tandon air besar serta alat penjernih air.