Prasetya Online

>

Kliping

Mahasiswa Rantau Terancam Golput

Dikirim oleh zenefale pada 11 Maret 2019 | Dari Surya, edisi Kamis 7 Februari 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 13

Partisipasi politik di kalangan mahasiswa perantauan bisa terancam rendah jika mereka tidak melakukan pindah pilih atau memutuskan pulang ke kampung halaman. Di UB sebagai kampus terbesar di Malang misalnya, terdapat sekitar 27.500 mahasiswa perantauan. Jika mahasiswa tersebut tidak melakukan pindah pilih saat pemilu legislatif dan presiden pada 17 April 2019 nanti, maka berpotensi golput administratif.

Angka Golput Mahasiswa Terancam Tinggi

Dikirim oleh zenefale pada 11 Maret 2019 | Dari Radar Malang, edisi Kamis 7 Februari 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 14

Angka golput di ajang Pemilu 2019 di malang Raya, April mendatang diprediksi tinggi. Penyumbang tingginya angka golput ini dipicu mahasiswa. Jika ditotal dari seluruh mahasiswa ada di sekitar 40 ribu orang. Khususnya untuk mahasiswa dari kamus negeri yang berdomisili dari luar Jawa Timur. Data tersebut didapatkan dari data mahasiswa yang terekam database UB yang terintegrasi dengan data KPU.

Lantik Wakil Rektor, Nuhfil Ingatkan Target Kampus Kelas Dunia

Dikirim oleh zenefale pada 11 Maret 2019 | Dari Malang Post, edisi Selasa 5 Februari 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 8

Rektor UB, Prof Dr Ir Nuhfil hanani AR MS melantik para wakil rektor dan dekan beberapa fakultas. Para pejabat yang dilantik yakni Prof Dr Aulanni'am  sebagai WR I, Prof Gugus Irianto sebagai WR II, Prof Abdul Hakim sebagai WR III dan Prof Sasmito Djati sebagai WR IV. Rektor memaparkan jika tantangan kedepan adalah menjadi kampus kelas dunia dan kampus mandiri. Untuk itu diperlukan rencana strategis jangka panjang.

UB Borong 1000 Laptop untuk UTBK

Dikirim oleh zenefale pada 11 Maret 2019 | Dari Surya, edisi Senin 4 Februari 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 8

UB akan membeli 1000 laptop karena perannya sebagai lembaga yang menyelenggarakan UTBK. Sesuai aturan Kemenristekdikti, nilai UTBK akan menjadi syarat bagi lulusan SMA sederajat untuk mendaftar SBMPTN. UB menyediakan sendiri laptop dan tidak bermitra dengan kampus lain. Usai UTBK nanti, laptop itu akan didistribusikan ke lab-lab di fakultas.

Cegah Camaba Mendua

Dikirim oleh zenefale pada 11 Maret 2019 | Dari Radar Malang, edisi Senin 4 Februari 2019 | Komentar : 0 | Dilihat : 22

Sistem baru pendaftaran online masuk PTN telah dibuat Kemenristekdikti. Sistem baru ini untuk mencegah upaya calon mahasiswa baru mendua. Maksudnya, setelah lolos di seleksi nasional masuk (SNMPTN), calon maba tidak bisa lagi ikut seleksi bersama (SBMPTN). Sistem ini berlaku di semua PTN  berdasarkan rapat bersama LTMPT. Hal ini untuk menangkal calon maba yang lolos SNMPTN enggan mendaftar ulang dan pindah ikut SBMPTN.