Prasetya Online

>

Kliping

Prof Nuhfil : Mahasiswa Banyak, Bisa Tambah Dosen

Dikirim oleh zenefale pada 06 Juli 2018 | Dari Malang Post, edisi Kamis 24 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 205

Wawancara khusus Malang Post dengan Rektor UB terpilih periode 2018-2022, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS 

Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS Terpilih Sebagai Rektor Baru UB

Dikirim oleh zenefale pada 06 Juli 2018 | Dari Memo X, edisi Kamis 24 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 36

Pemilihan Rektor UB berlangsung seru. Dalam rapat pleno tertutup di gedung Widyaloka UB, perolehan suara berlangsung ketat dan saling berkejaran. Walau harus diakui pada akhirnya suara Prof Bisri harus tertinggal cukup jauh oleh perolehan suara yang didapat Prof Nuhfil. Total perolehan suara pada saat itu adalah 257 suara dengan komposisi 65 persen senat dan 35 persen menteri.

Pilrek UB, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR, MS Menang Telak

Dikirim oleh zenefale pada 06 Juli 2018 | Dari Berita Metro, edisi Kamis 24 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 33

Usai sudah pemilihan rektor UB periode 2018-2022. Meski sempat mengalami penundaan jadwal, namun prosesi pemilihan yang digelar di gedung Widyaloka UB berjalan dengan lancar. Dari hasil tersebut diperoleh Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR, MS menang dan akan memimpin UB pada periode mendatang. Rapat pleno tertutup tersebut dihadiri 169 senat dan 90 suara menteri, dengan total 257 suara.

Nuhfil Jadi Rektor UB

Dikirim oleh zenefale pada 06 Juli 2018 | Dari Surya, edisi Kamis 24 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 54

Petahana Rektor UB Prof Dr Ir Mohammad Bisri MS kalah telak dengan Dekan FT, Prof Dr Ir Nuhfil Hanani MS dalam pemilihan rektor UB. Prof Nuhfil meraih 159 suara. Sedangkan Prof Bisri memperoleh 93 suara. Total anggota senat yang hadir sebanyak 167 orang. Suara menteri atau yang mewakili 90 suara. Total ada 257 suara. 

Kecil Takut Ketinggian, Dewasa jadi Penakluk Gunung

Dikirim oleh zenefale pada 06 Juli 2018 | Dari Malang Post, edisi Kamis 24 Mei 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 47

Shindy Patricia mahasiswi pascasarjana UB boleh disebut wonder woman. Prestasinya di cabang lari belum ditandingi banyak pelari perempuan di negeri ini. Sudah puluhan medali dia raih dari olahraga lintas alam dan pegunungan. Padahal, dulu ketika masih kecil dia paling takut pada ketinggian.