Prasetya Online

>

Kliping

Kampus UB-UM Belum Berani Mandiri

Dikirim oleh zenefale pada 03 Januari 2018 | Dari Radar Malang, edisi Selasa 21 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 607

Malang boleh saja dikenal sebagai Kota Pendidikan karena banyaknya perguruan tinggi negeri maupun swasta yang berdiri. Tapi ternyata, hingga saat ini, belum ada satupun PTN di Malang yang menyandang status perguruan tinggi negeri berbadan hukum. Padahal sejumlah PTN ternama di Indonesia kini telah berstatus PTN BH. Dengan menyandang status tersebut, PTN-PTN tersebut lebih otonom dalam mengelola keuangan dan kurikulumnya. Jadi kampus-kampus tersebut bebas berinovasi dalam mengembangkan sistem pendidikannya.

FH UB Kawal Regulasi Migas dan Pertambangan

Dikirim oleh zenefale pada 03 Januari 2018 | Dari Malang Post, edisi Selasa 28 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 72

Fakultas Hukum UB meluncurkan Pusat Studi Hukum Migas dan Pertambangan. Pembentukan pusat studi yang terdiri dari dewan pakar hukum ini, dilatarbelakangi oleh pentingnya regulasi Migas dan Pertambangan agar sesui dengan konstitusi dan amanat UU pasal 33 1945. Dekan FH UB Dr Rachmat Safa;at SH MSi menjelaskan, migas dan pertambangan telah menyumbang pemasukan untuk negara. Namun, masih terdapat banayka kesalahn  regulasi terkait  dengan pengelolaanya.

Temulawak Bisa Terkenal Seperti Ginseng Korea

Dikirim oleh zenefale pada 02 Januari 2018 | Dari Malang Post, edisi Rabu 29 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 73

Komoditas Temulawak yang merupakan tanaman rimpang asli Indonesia nyatanya masih belum menjadi ikon, layaknya Jepang dengan jamur Shitake dan Korea dengan komoditas ginsengnya. Kendalanya yakni pada rendahnya kualitas dan kuantitas. Meski telah cukup lama bersinggungan dengan temulawak, banyak masyarakat yang tidak menyadari banyaknya hasil olahan yang bisa didapatkan.

Guru Besar Temulawak

Dikirim oleh zenefale pada 02 Januari 2018 | Dari Surya, edisi Rabu 29 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 66

Fakultas Pertanian UB segera memiliki guru besar ke 35. Dr Ir Ellis Nihayati MS akan dikukuhkan menjadi guru besar setelah menanti selama enam bulan usai pengajuan untuk menjadi guru besar di bidang ilmu Fisiologi Tanaman. Dosen Jurusan Budidaya Pertanian itu akan menyampaikan orasi ilmiah berjudul Menuai Curcumin Melalui Rekayasa Teknologi Budidaya Temulawak. Sejak 2013, Ellis telah fokus meneliti komoditas temulawak di Indonesia.

Kumpulkan Botol Plastik di Area Kampus

Dikirim oleh zenefale pada 02 Januari 2018 | Dari Surya, edisi Rabu 29 November 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 70

Badan Eksekutif Mahasiswa FIA UB 2017 memiliki program menarik yaitu beasiswa sampah. Selama enam bulan sejak Mei 2017 mereka berhasil mengumpulkan uang sejumlah Rp 1.850.000 dari menjual sampah. Ada dua nama yang beruntung mendapat beasiswa sampah ini. Masing masing mahasiswa dari jurusan FIA tersebut mendapatkan Rp 925.000.