Prasetya Online

>

Kliping

Pemda-Pelaku Industri Kreatif Kurang Klik

Dikirim oleh zenefale pada 22 Maret 2017 | Dari Radar Malang, edisi Selasa 7 Maret 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 85

Malang merupakan wilayah yang memiliki banyak potensi yang belum optimal tergarap, salah satunya adalah kreativitas anak mudanya yang berpotensi menghasilkan sebuah nilai tambah dan kemanfaatan bagi ekonomi. Kreativitas menjadi salah satu kunci penting pembangunan ekonomi dan masyarakat Malang akan semakin arif dalam menghadapi sebuah gejolak sosial dan ekonomi. Secara sederhana, ekonomi kreatif dapat didefinisikan sebagai sebuah 'interface' atau kolaborasi antara kreativitas, budaya, ilmu ekonomi dan teknologi untuk menciptakan sebuah karya intelektual yang berpotensi menciptakan sebuah pendapatan bagi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta mampu mendorong pembangunan yang lebih baik dan mari kita kembangkan pembangunan ini agar lebih kreatif dengan mengolaborasi 4 elemen tersebut.

 

 

Kupas Riset Perkotaan, Jurusan PWK UB Gelar ICPEU

Dikirim oleh zenefale pada 22 Maret 2017 | Dari Malang Post, edisi Selasa 7 Maret 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 33

Universitas Brawijaya (UB) mengadakan gelaran internasional bertajuk 3rd Internasional Conference Planning in the Era of Uncertainty (ICPEU) 2017. Diadakan di Gedung Widyaloka UB, ICPEU 3 2017 juga mengadakan call of paper yang menarik perhatian ilmuwan internasional, beberapa antara lainnya dari Banglades, Jepang, Swedia, hingga Libya. Seminar dua hari juga bertepatan dengan 6th South East Asian Network Forum of Kyoto University Alumni dan juga di dukung oleh Malang Post.Acara yang diadakan oleh PWK UB ini membahas isu seputar perencanaan wilayah dari kacamata ahli maupun praktisi teladan dalam tata kelola perkotaan.Rektor UB juga mencanangkan UB menjadi pusat pengembangan keilmuan berbasis riset bertaraf internasional.Untuk acara berkelanjutan, ICPEU 2017 ini diharapkan mampu menghadirkan adanya perbaikan PWK di Indonesia khususnya di Malang.

 

 

Wah, Peminat UB Turun hingga 28 Ribu

Dikirim oleh zenefale pada 21 Maret 2017 | Dari Radar Malang, edisi Senin 6 Maret 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 64

Penurunan pendaftaran yang terjadi di salah satu kampus dengan populasi mahasiswa terbesar di Indonesia, yakni Universitas Brawijaya (UB).Penurunan itu terjadi pada jalur SNMPTN.Belasan ribu pendaftar itu akan memperebutkan sekitar 3.000 kuota atau 30 persen dari 10.000 mahasiswa yang bakal diterima UB pada 2017 tahun ini. Wakil Rektor I UB  Prof Dr Ir Kusmartono menyatakan, salah satu penyebab berkurangnya pendaftar adalah peraturan terkait akreditas sekolah. Jika tahun lalu sekolah terakreditasi A memiliki kuota hingga 75 persen, pada 2017 ini dibatasi hanya 50 persen.

 

 

Mentor Startup Dunia, Satu-satunya Wakil ASEAN

Dikirim oleh zenefale pada 21 Maret 2017 | Dari Malang Post, edisi Senin 6 Maret 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 28

Brilly terpilih dari ribuan founder startup karena kesukaannya menjadi seroang wirausahawan di bidang teknologi, yang bergerak dalam jasa konsultan bagi perusahaan besar baik di dalam maupun luar negeri. Tahun 2014, ia iseng searching di media sosial dan menemukan startup, lalu mencoba bergabung untuk mengembangkan bisnisnya dan setelah bergabung semakin dikenal dan berkembang pesat. Kesuksesaannya menjadikan Brilly untuk menularkan kesuksesan pada masyarakat Malang.Dia ingin Malang dan Indonesia menjadi Negara besar, dan sukses seperti halnya Negara-negara besar lainnya. Oleh karena itu, mulai 2016 Brilly yang juga dosen di FIA UB ini, gencar mengajak mahasiswa dan pengusaha di lungkungannya untuk membangun bisnis dan menjadi member startup dan dia berharap dapat menarik banyak massa serta memiliki pengusaha-pengusaha hebat yang bisa menciptakan lapangan pekerjaan baru.

 

 

19 Tahun Berdiri, Alumni PWK UB Resmikan Forsa

Dikirim oleh zenefale pada 20 Maret 2017 | Dari Radar Malang, edisi Senin 6 Maret 2017 | Komentar : 0 | Dilihat : 28

Jurusan perencanaan Wilayah Kota Universitas Brawijaya (PWK UB) kini punya wadah alumni. Alumni angkatan 1998 hingga 2012 meresmikan ikatan alumni dengan nama Forsa (Forum Persatuan Alumni PWK UB). Peresmian tersebut dihadiri perwakilan alumni dan juga dihadiri oleh ketua jurusan, sekretaris jurusan, sesepuh PWK, dan sebagian dosen PWK.Forsa tidak hanya digunakan untuk menjalin silaturahmi dan memudahkan koordinasi reuni tetapi mendekatkan para alumni dengan jurusan PWK, baik dengan dosen maupun mahasiswa.Salah satu upaya pendekatannya membuat kartu member perpustakaan agar alumni bisa memiliki akses ke perpustakaan PWK.Ketika Forsa di resmikan, para alumni sangat menyambut baik acara tersebut. Terbukti, acara terselenggara dengan nama Alumni Connect kemarin 100 persen didanai dari dana para alumni. Dari jumlah 900 alumni, ada sekiar 670 alumni yang membantu terselenggaranya acara.Hal tersebut bisa terjadi karena mayoritas alumni telah sukses membangun karir.