Prasetya Online

>

Kliping

Terpilih di Gunung Kawi, Siap Kampanyekan Pola Hidup Bersih dan Sehat

Dikirim oleh zenefale pada 04 Juni 2018 | Dari Malang Post, edisi Senin 30 April 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 147

Duta Sanitasi 2018, juga terpilih pada malam Penobatan Joko-Roro Kabupaten Malang 2018 di Amphitheater gunung Kawi, Wonosari. Finalis yang berhak menyandang gelar itu yakni adalah, Mahasiswa Universitas Brawijaya Bayu Hendriansa dan Universitas Merdeka Bellinda Amanda Laveda Kalontong.

Siapkan Layanan Khusus Peserta Difabel

Dikirim oleh zenefale pada 04 Juni 2018 | Dari Malang Post, edisi Senin 30 April 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 16

Pendaftaran SBMPTN resmi ditutup, Jumat lalu. Berdasarkan data panitia lokal wilayah kota Mlanag, terdata 28 April lalu sebanayk 38.890 pendaftar. Data ini tergolong meningkat khususnya bagi UB dan UM. Selain itu, di masing-masing lokasi ujian yakni UB, UM dan UIN juga mendapati pendaftar difabel, untuk panlok 55 Malang sudah menyiapkan pendampingan bagi peserta.

RSUB, FKUB dan Perdami Operasi 20 Pasien Katarak

Dikirim oleh zenefale pada 04 Juni 2018 | Dari Radar Malang, edisi Senin 30 April 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 12

RSUB kembali melaksanakan bakti sosial. Bekerjasama dengan Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) cabang Malang Raya, ada 20 pasien katarak yang mendapatkan layanan operasi gratis. Direktur RSUB Dr dr Aswoco Andyk Asmoro Sp An menyatakan, sejatinya untuk program ini, ada 57 orang yang terdaftar sebagai pasien.

Universitas Brawijaya Bentuk Akademi Sepak Bola

Dikirim oleh zenefale pada 04 Juni 2018 | Dari Republika, edisi Sabtu 28 April 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 12

Rencana pembentukan akademi sepak bola tengah dimatangkan sivitas akdemika UB. langkah ini sebagai salah satu wujud Tri Dharma perguruan tinggi dengan peduli terhadap dunia persepakbolaan di tanah air. Saat ini UB masih mematangkan konsep tersebut sebelum meluncurkan akademi.

Siapkan Kebun Wisata, Rutin Gelar Pelatihan bagi Petani Modern

Dikirim oleh zenefale pada 04 Juni 2018 | Dari Radar Malang, edisi Minggu 29 April 2018 | Komentar : 0 | Dilihat : 13

Banyak jalan menuju sukses. Mungkin itu yang ingin ditunjukkan Pandu Rahmatika. Meski lulus sebagai arsitek, dia memilih banting setir menjadi petani. Bersama temannya, Ilham Harun, Pandu berusaha mengelola tanah kosong milik orang tua Ilham pada akhir 2016. Saat itu hanya green house berukuran 20x30 meter itu yang digunakan untuk merintis usaha perkebunan tanaman hidroponik.