Prasetya Online

>

Clipping

Anggarkan Rp 11 T untuk Mahasiswa tak Mampu

Submit by zenefale on April 01, 2019 | From Radar Malang, Kamis 28 Maret 2019 edition | Comment(s) : 0 | View : 7

Bagi anda yang ingin kuliah, tapi kondisi ekonomi keluarga tak memungkinkan, tak perlu khawatir. Sebab, tahun ini pemerintah pusat akan membuat Kartu Indonesia Pintar khusus untuk mahasiswa. Praktis, mahasiswa pemegang KIP bakal ada keringanan biaya kuliah, bahkan bisa tanpa biaya dan mendapatkan keperluan uang bulanan. Prof H Mohammad Nasir PhD Ak menyampaikan, pihaknya sudah menganggarkan Rp 11 triliun untuk program tersebut.

Pemerintah Target 1 Juta Mahasiswa

Submit by zenefale on April 01, 2019 | From Malang Post, Kamis 28 Maret 2019 edition | Comment(s) : 0 | View : 7

Hingga tahun 2019, Pemerintah pusat belum mampu menanggung biaya pendidikan tinggi bagi mahasiswa kurang mampu secara ekonomi. Dan juga bagi mahasiswa yang tinggal di daerah terdepan, terluar, tertinggal seperti papua. Sejauh ini bantuan yang diberikan memalui program bidik misi, PPA dan afirmasi hanya menjangkau 10 persen dari total mahasiswa Indonesia.

Analisis Dampak Sosial Proyek Tol Mapan

Submit by zenefale on April 01, 2019 | From Radar Malang, Rabu 27 Maret 2019 edition | Comment(s) : 0 | View : 2

Menyambut pembangunan tol Malang-Pandaan (Mapan), dalam Klinik Kebijakan Publik telah disajikan analisis permasalahan dan usulan solusinya. Mulai dari perspektif kelayakan infrastruktur, kebijakan transportasi dalam mengurai masalah kemacetan lalu lintas, menjaga kelangsungan UKM, pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus dan beberapa perspektif lainnya. Kali ini disajikan analisis dampak sosial, dengan harapan agar keberadaan tol Mapan benar-benar  dapat membawa kemaslahatan.

Nikmatnya Kopi Pisang ala Talk Kopi

Submit by zenefale on April 01, 2019 | From Radar Malang, Selasa 26 Maret 2019 edition | Comment(s) : 0 | View : 4

Talk kopi menjadi brand take away coffe yang tengah berkembang di kota Malang. Usaha yang dirintis Reyhan Rizky, mahasiswa Arsitektur UB sejak November 2018 ini sudah memiliki tiga cabang. Pemuda 20 tahun itu mengungkapkan, pada mulanya dia merintis usaha kedai kopi di jalan Kawi Atas. Modalnya diperoleh dari usaha online shop yang ia jalankan sebelumnya.

Kasus Rumdis Tunggu Presiden Terpilih

Submit by zenefale on April 01, 2019 | From Radar Malang, Senin 25 Maret 2019 edition | Comment(s) : 0 | View : 4

Kasus dugaan alih status perumahan dosen UB di kawasan jalan Cikampek bisa jadi akan berlarut-larut. Apalagi proses penyelidikan  dihentikan sementara sebelum ada kepastian siapa Presiden RI 2019-2024. Kenapa penuntasan kasus yang melibatkan puluhan profesor itu harus menunggu pemilihan presiden. Dugaan penghentian proses hukum sebelum digelarnya pemilihan presiden itu sudah didengar berbagai pihak. Termasuk pihak UB dan warga penghuni rumah dinas.