Prasetya Online

>

Clipping

Perlakuan Sadis Karena Etika Bisnis yang Terkikis

Submit by zenefale on October 16, 2017 | From Malang Post, Kamis 31 Agustus 2017 edition | Comment(s) : 0 | View : 76

Mengapa kini marak kredit macet? Marak adanya tindak represif dari pihak kreditur? Munculnya profesi baru sebagai debt collector? Jawabannya sementar adalah mudahnya pencairan kredit, meningkatnya kebutuhan masyarakat dan yang jelas adalah banyaknya debitur atau pihak yang berhutang tidak paham sepenuhnya hak dan kewajibannya. Memang pada awalnya banyak kreditur yang sengaja tidak menjelaskan secara detail. Dipihak lain masyarakat yang berhutang tidak paham.

Inovasi Terbaik

Submit by zenefale on October 16, 2017 | From Surya, Rabu 30 Agustus 2017 edition | Comment(s) : 0 | View : 55

Elektroculture Vegetable Device (Etrovice) buatan 4 mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian (FTP UB) masuk ke dalam 109 inovasi terbaik Indonesia versi Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) 2017. Alat buatan Khurun In Nur Kholifah, Sintya Laylie, Danar Wicaksono dan Azis Iman itu menggunakan perpaduan antara dua teknologi sonic bloom dan LED antara merah dan biru untuk meningkatkan produktivitas tanaman sayur jenis apapun.

FTP UB Sumbang 4 Emas PIMNAS XXX

Submit by zenefale on October 12, 2017 | From Memo X, Rabu 30 Agustus 2017 edition | Comment(s) : 0 | View : 147

Kembali, Fakultas Teknologi Pertanian UB mendominasi perolehan emas kontingen UB sebagai juara umum PIMNAS XXX tahun 2017 di Universitas Muslim Indonesia, Makassar. Dalam kompetisi ilmiah tersebut, FTP berhasil menyumbangkan 4 emas dari total 8 emas yang diperoleh UB.

Mahasiswa Lebih Suka Diajar Praktisi

Submit by zenefale on October 12, 2017 | From Radar Malang, Selasa 29 Agustus 2017 edition | Comment(s) : 0 | View : 62

Ini bisa jadi bahan instrospeksi bagi para dosen dari kalangan akademik yag sehari-hari mengajar mahasiswa. Sebab ternyata sebagian besar mahasiswa lebih suka diajar oleh dosen praktisi daripada diajar oleh dosen asli meskipun gelarnya sudah profesor. Sehingga, para mahasiswa juga menyambut baik ide presiden RI agar kampus memaksimalkan dosen kalangan profesional.

Gula Bulog di Pasar Ritel

Submit by zenefale on October 12, 2017 | From Malang Post, Selasa 29 Agustus 2017 edition | Comment(s) : 0 | View : 51

Bulog tercatat sebagai institusi pemerintah pertma yang mampu menembus pasar ritel modern Indonesia dengan produk gula bermerk "Manis Kita". Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) meneken MOU dengan Bulog untuk menyuplai 300 ton gula pasir ke pihak swasta tersebut. Gula Manis Kita-nya Bulog telah tersebar di pasar ritel bagian Indonesia Timur, seperti Surabaya, Makasar, bali, Gorontalo dan Manado. Langkah gemilang ini merupakan prestasi yang membanggakan, khususnya bagi institusi pemerintah yang mengakomodasi hasil pertanian rakyat.