Prasetya Online

>

Clipping

About Century. JK Carefully

Submit by humas3 on January 21, 2010 | From Malang Post, Kamis, 21 Januari 2010 edition | Comment(s) : 0 | View : 2932

Kebiasaan ceplas-ceplos yang melekat pada diri Jusuf Kalla (JK), tampaknya mulai sedikit berkurang. Terutama saat mantan wakil presiden ini, ditanya mengenai skandal Bank Century.

Kalla : Scholars Do not Just Spend Sol Shoes

Submit by humas3 on January 21, 2010 | From Surya, Kamis, 21 Januari 2010 edition | Comment(s) : 0 | View : 2777

Mahasiswa sebaiknya tidak cuma bisa menghabiskan sol sepatu untuk wira-wiri mencari kerja. Sebaliknya, mahasiswa justru harus menciptakan pekerjaan.

Brawijaya Otomotif Mart Held

Submit by humas3 on January 21, 2010 | From Radar Malang, Kamis, 21 Januari 2010 edition | Comment(s) : 0 | View : 3726

Ingin Jual-Beli mobil atau motor bekas? Datang saja ke BOM (Brawijaya Otomotif Mart) pada Minggu, 24 Januari 2010, di halaman Museum Brawijaya Malang Jl. Ijen, Kota Malang. Beragam merk mobil dan motor bekas bakal dibeber disana. Even yang mewadahi para penjual dan pembeli mobil atau motor bekas ini, dikemas untuk memudahkan peserta juga masyarakat. Masyarakat tidak perlu jauh-jauh pergi untuk mencari mobil atau motor idaman, cukup datang saja ke BOM.

Inspirations Appears when in Bathroom

Submit by humas3 on January 21, 2010 | From Radar Malang, Kamis, 21 Januari 2010 edition | Comment(s) : 0 | View : 3633

Penampilannya cukup sederhana. Sekilas orang tidak mengira jika Nanang adalah seorang akademisi. Tepatnya sebagai Pembantu Dekan Fakultas Ekonomi UB. namun gaya dan penampilannya lebih menonjol seperti seorang seniman dan penyair.

Million Scholars Only Spent Shoes Sholes

Submit by humas3 on January 21, 2010 | From Jawa Pos, Kamis, 21 Januari 2010 edition | Comment(s) : 0 | View : 3099

Fenomena lulusan perguruan tinggi yang cenderung mencari pekerjaan daripada membuka lapangan pekerjaan menjadi sorotan mantan Wakil Presiden RI H.M.Jusuf Kalla. Fenomena ini, menurutnya, menunjukan bahwa perguruan tinggi sebagai pencetak sarjana masih gagal membangun jiwa entrepreneur mahasiswa.