Klinik Universitas Brawijaya Mulai Vaksinasi Nakes Umum

Dalam upaya ikut serta mendukung program vaksinasi perlindungan terhadap virus Covid-19 di Kota Malang, Klinik Universitas Brawijaya memulai kegiatan vaksinasi kepada tenaga kesehatan (nakes) umum. Vaksinasi dilaksanakan selama dua hari, Kamis-Jumat (25-26/02/2021) dan dibuka pada pukul 09.00-15.00.

Direktur Klinik UB, dr. Fida Rahmayanti, MMRS mengatakan, Klinik UB menerima 100 vial vaksin Sinovac dari Dinas Kesehatan Kota Malang untuk disuntikkan kepada nakes dengan estimasi waktu 4 hari. ‘’Apabila pendaftar vaksin melebihi dosis 100 vial, akan didata, kalau misalkan ada vaksin dropping maka akan dihubungi. Karena tergantung vaksin dari Dinkes’’, ujarnya.

Pada hari pertama sebanyak 56 nakes mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksin. Para nakes ini berasal dari civitas akademik, dokter praktek mandiri, dan karyawan yang bekerja di fasilitas layanan kesehatan. Dalam kegiatan vaksinasi ini pihak klinik membentuk tiga tim yang terdiri dari tiga vaksinator dan tiga skriner.

Ia menambahkan, berbeda dengan kegiatan vaksinasi sebelumnya, kali ini alur vaksinasi nakes lebih mudah. Hanya dengan menunjukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK), para nakes bisa mendapatkan vaksin. Namun, sebelum disuntik, para nakes harus melakukan pendaftaran dan mengikuti skrining dasar oleh dokter. 

“Setelah menerima vaksin, nakes akan melakukan observasi hingga 30 menit untuk melihat apakah ada kejadian ikutan pasca imunisasi atau tidak”, kata alumni FK UB itu. 

Sementara itu, untuk menghindari kerumunan klinik UB menerapkan sistem pembagian kuota vaksin pagi dan siang. Sehingga nakes yang sudah mendaftarkan diri sebelumnya harus mengonfirmasi kedatangan terlebih dahulu.

“Flownya kita kontrol karena kita memang larang juga untuk langsung datang. Jadi konfirmasi dahulu, kita broadcast dari jam sekian sampai dengan sekian, kuota pagi sekian dan kuota siang sekian. Jadi, mungkin karena nakes jadi paham prokes. Kegiatan vaksinasi lancar dan tidak ada penumpukkan”, pungkasnya.