KKP dan UB Sepakati Lima Program Doktor Mengabdi untuk Pengembangan Sektor Kelautan

Kementrian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP RI) dan Universitas Brawijaya (UB) melaksanakan koordinasi lebih lanjut terkait pengembangan sektor kelautan. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (8/7/2024) ini dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerjasama, dan Internasionalisasi Andi Kurniawan S.Pi., M.Eng. D.Sc, Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Prof. Dr. Ir. Maftuch, M.Si, Sekretaris Ditjen PKPRL Dr. Kusdiantoro, S.Pi., M.Sc., Analis Kebijakan Pusat Pendidikan KP Defrian Marza Arisandi, S.Pi., M.P., serta Arsiparis Ditjen PKPRL dari KKP Muhammad Faisal Reza .

Pertemuaan ini membahas beberapa permasalahan utama yang dihadapi dalam pengelolaan ruang laut meliputi tata kelola pulau kecil dan kawasan konservasi perairan, produksi komoditas garam, serta tantangan kualitas pendidikan bagi masyarakat pesisir.

Selain itu, pemanfaatan ruang pesisir dan laut pada saat ini memerlukan dokumen Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL). Universitas Brawijaya melalui Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan memiliki Tambak Latih Udang Vaname ataupun Kawasan Mangrove yang sejauh ini belum bisa maksimal dalam pelaksanaannya karena terkendala proses PKKPRL. Hal ini tentu sangat berdampak terhadap lancarnya proses Tridharma Perguruan Tinggi yang ada di Universitas Brawijaya. Sehingga untuk menjamin berjalannya kegiatan pembelajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang ada di Universitas Brawijaya, maka diperlukan proses pendampingan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan dan Ruang Laut yang merupakan induk tata kelola ruang laut.

“Program Doktor Mengabdi yang dilaksanakan Universitas Brawijaya, diharapkan mampu memberikan kontribusi pada tema-tema tersebut. Untuk itu, koordinasi ini menyepakati lima tema prioritas kegiatan Doktor Mengabdi Kolaboratif, yang terdiri dari pengelolaan pulau kecil dalam kerangka adopsi pulau, pendampingan Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) bermasalah untuk Perguruan Tinggi, inovasi teknologi produksi dan nilai tambah pasca panen komoditas garam,  pembinaan Kawasan Konservasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir melalui Program Sekolah Pantai,” kata Dekan FPIK Prof. Dr. Ir. Maftuch, M.Si.. [DKS/Humas UB]