Laboran Teknik Elektro Juara Desain Batik Nasional

Mulyadi, ST (50 thn), Pranata Laboratorium Pendidikan (PLP) Lab. Elektronika, Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) dikenal sebagai sosok yang pendiam dan suka bereksperimen.

Siapa sangka, bapak dua anak ini berhasil menjuarai Desain Batik Nasional dalam rangka Hari Ulang tahun Persatuan PLP Indonesia 2020. Atas kemenangannya ini, pria kelahiran Malang, 26 Mei 1970 ini merasa bangga.

“Tentunya bangga karena hobi meggambar sejak SD akhirnya bisa menciptakan batik karya orang teknik yang bisa dipakai PPLPI secara nasional,” kata Mulyadi yang bekerja di UB sejak 1991.

Batik yang didesain Mulyadi bernama Zugabbal. Dalam desain batiknya itu, Mulyadi memasukkan gambar alat-alat di lab. seperti mikroskop sebagai motif agar berbeda dibandingkan batik biasa.

“PPLPI ini kan organisasi baru yang anggotanya laboran dari berbagai bidang ilmu. Saat ini masih berusia enam tahun dan belum memiliki batik khas sendiri yang bisa dipakai saat ada kegiatan,” jelas Mulyadi.

Dalam desain Batik Zugabbal ada logo PPLPI bersinar dengan harapan besar atau cita-cita bahwa organisasi PPLPI akan terus berjaya di nasional dan internasional serta senantiasa berjuang untuk kemajuan keilmuan dan teknologi di segala bidang.

Ada juga gambar Garuda Pancasila yang merupakan lambang negara Indonesia dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika. Meski beragam, bangsa Indonesia adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Kemudian ada motif PPLPI artinya selendang kuning emas yang melingkar dengan bertuliskan Persatuan Pranata Laboratorium Pendidikan bahwa PPLPI akan terus bersatu dalam kesatuan organisasi profesi di Indonesia.

Sedang selendang merah dengan tiga ujungnya yang keluar dari logo PPLPI merupakan tujuan utama PPLPI. Yaitu melaksanakan Tridarma perguruan tinggi meliputi pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat.

Kemudian ada motif simbol dari laboratorium secara umum sebagai ciri khas bahwa PPLPI tidak terpisahkan dengan laboratorium.

“PPLPI ini kan organisasi baru yang anggotanya laboran dari berbagai bidang ilmu. Saat ini masih berusia enam tahun dan belum memiliki batik khas sendiri yang bisa dipakai saat ada kegiatan,” jelas Mulyadi. [MIC/Humas UB]