ICESAI untuk Tingkatkan Pemeringkatan Fapet UB

Prof. Dennis Poppi form Queensland University as a keynote speaker

Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) mengadakan seminar internasional bernama International Conference on Environmentally Sustainable Animal Industry (ICESAI), Rabu – Kamis (18/11-19/11/2020). Kegiatan yang dilangsungkan secara daring itu merupakan langkah untuk meningkatkan pemeringkatan guna menunjang akreditasi.

Sebab salah satu indikator penilaian pemeringkatan dari Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Dikti Kemendikbud) ialah jumlah publikasi jurnal internasional. Yang mana output dari seminar ini nantinya adalah publikasi internasional dan prosiding.

Disamping itu ICESAI dijadikan sebagai wadah untuk berbagi ilmu dan teknologi baru yang dapat mendukung industri peternakan. Oleh karena itu, kegiatan tersebut mengundang keynote speakers akademisi dan praktisi peternakan dari berbagai negara, antara lain Prof. Dennis Poppi (Queensland University, Australia), Prof. A. K. Thiruvenkadan (Tamil Nadu Veterinary and Animal Science University, India), Prof. Suyadi (Fapet UB), Prof. Sunthorn Wittayakhun (Rajamangala University of Lanna, Thailand), Dr. Matthias Schumtz (Lohmann Breeders GmbH, Germany), Ir. Didiek Purwanto G. (Gapuspindo, Indonesia), Prof. A. Jalaludin (Kerala Veterinary and Animal Science University, India),Dr. Ma. Asuncion G. Beltran (Tarcal Agriculture University, Philipines), dan Dr. Eko Widodo (Fapet UB).

Dr. Eko Widodo as a chairmain of ICESAI 2020

Ketua pelaksana sekaligus keynote speaker, Dr. Eko Widodo mengatakan bahwa ICESAI adalah annual international seminar. Artinya akan diselenggarakan oleh Fapet UB tiap tahunnya, dimana tahun 2020 ini adalah tahun pertama pelaksanaan.

Sebelumnya Fapet UB telah rutin melaksananan seminar nasional periode tiga tahunan yakni Animal Production International Seminar (APIS). Namun lebih menfokuskan pada penelitian-penelitian bidang produksi ternak. (dta/Humas UB)