Hand Soap Berbahan Kulit Pisang Kepok Buatan Mahasiswa Fapet UB Berjaya di Ajang Internasional

 

Mahasiswa Fapet UB membuat handsoap dari kulit pisang kepok dan susu sapi pecah
Dosen pembimbing Dr. Dedes Amertaningtyas, S.Pt.,M.P.

Mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) mendapatkan medali perak dalam ajang Internasional Invention Competition for Young Moslem Scientists 2021 (IICYMS). Yakni perlombaan yang diadakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA) bekerjasama dengan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dan didukung Union of Arab Academics, International Avicenna Research Center, Departemen Aktuaria ITS, Universitas Islam Nahdlatul Ulama, Institut Pertanian Bogor, dan beberapa lembaga internasional lainnya.

Kompetisi yang diadakan di Bandung secara semi offline dan online pada 1 hingga 4 Juni 2021 itu disemarakan mahasiswa dari berbagai negara. Seperti India, Meksiko, Malaysia, Qatar, Turki, dan lainnya.

Bersama dosen pembimbing Dr. Dedes Amertaningtyas, S.Pt.M.P., mahasiswa Fapet UB yang terdiri dari Eko Prihatmaji, Sularso, Hendarto, Nailus Syarifah, dan Yasri Rahmawati membuat sabun cuci tangan berbahan campuran kulit pisang kepok (musa acuminata balbisiana colla) dan susu sapi pecah. Dituangkan melalui penelitian berjudul “Optimization of Musa Acuminata balbisiana Colla Leather Waste and Cow’s Milk as Natural Hand Soap During the Covid-19 Pandemic”.

Dedes menuturkan, penelitian dilatar belakangi oleh kondisi saat ini yang mengharuskan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dalam beraktivitas. Salah satunya adalah mencuci tangan dengan sabun.

Sementara itu pemilihan kulit pisang kepok dan susu sapi pecah sebagai bahan dasar pembuatan handsoap adalah untuk memanfaatkan limbah yang terbuang. Sebab susu pecah merupakan bagian dari hasil produksi sapi perah yang tidak diterima oleh Koperasi Unit Desa (KUD), dan dinilai tidak memiliki kualitas standar susu murni.

Menurut Sularso, kandungan kedua bahan tersebut berpotensi sebagai antibakteri dan antimikroba. Karena didalam susu pecah masih terdapat kandungan protein kasein sebesar 80%, yang dapat berperan untuk antimikroba. Sedangkan kulit pisang kepok mengandung senyawa flavonoid, tanin, terpenoid, saponin dan alkaloid.

Secara umum senyawa yang berpotensi sebagai antioksidan adalah flavonoid, fenolat, dan alkaloid. Sedang senyawa flavonoid, fenolat dan polifenol memiliki sifat antioksidan, antidiabetes, antikanker, antiseptik, dan antiinflamasi. Senyawa alkaloid memiliki sifat antineoplastik yang juga mampu menghambat pertumbuhan sel kanker.

“Dengan adanya inovasi sabun cuci tangan dari bahan limbah kulit pisang kepok dan susu pecah diharapkan dapat menjadi solusi permasalahan limbah serta tersedianya sabun yang ramah lingkungan.” ungkap Sularso (dta)