Gandeng Pemdes, FK Berupaya Tekan Stunting di Desa Mendalan Wangi, Wagir

Dalam upaya menurunkan kasus stunting di Kabupaten Malang, Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, melalui tim Pengabdian Masyarakat, bekerjasama dengan Pemerintah Desa Mendalanwangi Kecamatan Wagir melaksanakan kegiatan Intervensi Pre Konsepsi Sebagai Salah Satu Metode Pencegahan Stunting Melalui Pencegahan Pernikahan Dini yang dilaksanakan pada Kamis (31/8/2023).

“Di sesi awal ini kami melaksanakan penjajakan terlebih dahulu melalui FGD (Focused Group Discussion) dengan melibatkan Pemerintah Desa dan jajarannya, dalam hal ini Kepala Desa/ Ketua TP PKK, Modin, Kader Kesehatan, Kepala Dusun, Babinkamtibmas dan Babinsa (TNI POLRI) yang bertugas di Desa. Dari kegiatan ini, kami ingin kerjasama dari bapak dan Ibu untuk saling bertukar informasi terutama terkait dengan penyebab pernikahan dini, jumlah kasusnya, dan memilah siapa target utama, sehingga nanti kedepannya kami akan melaksanakan kegiatan berupa edukasi dan penguatan kepada kelompok-kelompok sasaran sesuai dengan hasil kesepakatan kita,” kata perwakilan tim dr. Nuretha Hevy P., M.Sc., Sp.DLP.

Sementara itu Ketua Tim Penggerak PKK Desa Mendalanwangi Chorina Kusbianto, mengucapkan terima kasih atas terpilihnya Desa Mendalanwangi sebagai tempat dilaksanakannya Pengabdian Masyarakat oleh FKUB.

Dia mengatakan bahwa di Desa Mendalanwangi masih ada dan ditemukan kasus stunting, namun dari Pemerintah Desa selalu melaksanakan pendampingan mulai dari saat hamil, kelahiran dan sampai tumbuh kembangnya.

“Karena berdasarkan pengamatan kami, beberapa bayi yang lahir dengan kondisi stunting ditengarai beberapa memiliki kasus kesehatan yang kurang, diantaranya memiliki penyakit kulit dan lain-lain, sehingga kami di Pemdes terus berupaya mencari jalan dan memperjuangkan para bayi dengan stunting ini untuk mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang sama dengan masyarakat lainnya. Kami berharap dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan tambahan wawasan dan bermanfaat bagi kami yang setiap harinya harus berhadapan langsung dengan kondisi masyarakat yang bermacam-macam,” kata Chorina.

Dari hasil FGD ini ditemukan titik focus utama untuk intervensi selanjutnya, yaitu pada generasi muda melalui karang taruna. Peserta FGD juga berharap kedepannya kegiatan ini diperluas tentunya tidak hanya di Desa Mendalanwangi saja, namun juga Desa-desa lainnya di Kecamatan Wagir. (ANG/OKY/Humas UB)