Gandeng FISIP, Walhi Jatim Ajak Mahasiswa Jaga Lingkungan

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Brawijaya (FISIP UB) melakukan kerjasama dengan Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi Jatim). Kerjasama ini diresmikan kedua belah pihak, Senin (4/7/2022).

Dekan FISIP Universitas Brawijaya, Dr Sholih Muadi SH, M.Si mengungkapkan kerjasama seperti ini penting dilakukan karena bisa menjadi tempat untuk pengembangan penelitian dan pengabdian masyarakat.

“Tentu kami mengapresiasi kesediaan Walhi Jatim bekerjasama dengan kami. Harapannya jelas kerjasama ini tak hanya hitam diatas putih saja tapi benar benar bisa dilakukan,” ucapnya.

Pada momen ini juga dilakukan kesepakatan kerjasama antara Program Studi llmu Politik dan Walhi Jatim.

Dr Sholih Muadi berharap program studi lainnya bisa mengikuti jejak program studi Ilmu Politik.

“Ya bisa nanti teman teman di prodi Sosiologi juga melakukan kerjasama yang sama,” tegasnya.

Dekan FISIP, Dr Sholih Muadi SH., M.Si saat berdiskusi dengan Walhi Jatim. (Foto: Humas FISIP)

 

Sementara itu, Direktur Eksekutif Walhi Jatim, Wahyu Eka Styawan mengungkapkan kedua belah pihak akan berkolaborasi dalam hal terkait perkembangan pengetahuan.

“Hal yang diharapkan adalah kolaborasi dalam bidang riset. Walhi Jatim mengharapkan para mahasiswa terlibat dalam persoalan-persoalan lingkungan, lalu merangkainya dalam bentuk riset, yang bisa disebarluaskan pada publik,” jelasnya.

Wahyu menilai mahasiswa punya peran terhadap masyarakat. Peran-peran inilah yang akan didorong kembali pada kehidupan sosial masing-masing, baik itu bekerja, balik kerumah, ataupun memiliki usaha.

Dia menganggap Mahasiswa FISIP bisa melakukan kerja magang di Walhi dengan bagian yang mereka minati. Misal prodi Ilmu Politik bisa membuat program tentang politik lingkungan.

“Bisa juga dalam tiga hal seperti perluasan pengetahuan, pendampingan masyarakat dan kampanye,” papar Wahyu.

“Jika mereka (mahasiswa) memiliki ide dan keinginan apa, nanti bisa dikolaborasikan bersama. Dalam artian bisa diperluas lebih besar lagi dan seperti apa pendekatannya,” pungkasnya. (Humas FISIP/Humas UB)