FISIP Siap Bantu Sultan Rif’at Alfatih, Bantu Proses Kuliah Hingga Advokasi Hukum

Kisah Sultan Rif’at Alfatih, Rabu (26/7/2023) ini viral. Mahasiswa Ilmu Pemerintahan FISIP ini menjadi korban kabel fiber optik yang menjuntai hingga membuatnya mengalami luka parah di bagian tenggorokan.

Kejadian ini terjadi di Jakarta pada 5 Januari 2023. Akibat kejadian ini, Sultan Rif’at sama sekali tidak bisa bicara. Ia juga tidak bisa makan minum secara normal.

Kondisi ini membuat kampus yang menjadi tempat Sultan kuliah turut bergerak. Dekan FISIP , Anang Sujoko S.Sos., M.Si., D.Comm mengungkapkan pihaknya terus aktif berkomunikasi dengan pihak orang tua Sultan untuk membantu proses perkuliahan.

“Kami melalui Ketua Prodi Ilmu Pemerintahan terus komunikasi dengan pihak Sultan. Kita berkomitmen untuk membantu proses kuliahnya,” paparnya.

“Saat ini kita menyarankan untuk mengambil cuti. Jika selanjutnya akan meneruskan perkuliahan di UB, FISIP siap mendampingi Sultan untuk menyelesaikan studynya,” sambung Anang Sujoko.

Tidak hanya itu, pria lulusan University of South Australia ini mengaku sudah berkomunikasi dengan Fakultas Hukum  untuk membantu advokasi dengan memberikan bantuan hukum untuk Sultan.

“Kami sudah koordinasi dengan teman teman FH . Pihak Sultan juga akan menempuh jalur hukum soal ini, kami akan bantu dengan advokasi dari teman teman FH,” tuturnya.

FISIP  melalui Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kewirausahaan juga sudah berkomunikasi dengan Ikatan Alumni FH UB untuk membantu Sultan salah satunya dengan memberikan bantuan hukum.

“Saya juga sudah berkoordinasi dengan Wakil Dekan bidang kemahasiswaan FISIP. Dia sudah berkomunikasi dengan teman-teman alumni FH UB yang siap memberikan bantuan hukum,” tandasnya.

Anang Sujoko menegaskan pihaknya akan terus membantu Sultan hingga mendapatkan tanggung jawab yang harusnya didapatkan.

“Saya tadi juga sudah kontak pamannya, intinya Sultan adalah anggota civitas UB dan kami akan membersamai dalam kasus ini hingga perusahaan tersebut bertanggungjawab,” tegasnya.

Untuk diketahui, untuk makan dan minum, Sultan kini harus menggunakan selang. Sehari-hari hanya mampu mengonsumsi susu dan makanan cair.

Dalam perjuangannya untuk mempertahankan hidup, Sultan harus menjalani serangkaian operasi. Biaya pengobatan Sultan hingga sekarang mencapai 1,5 miliar rupiah. (Humas FISIP)