FIA Gelar Webinar Bahas Eksistensi KASN

Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya (FIA UB) mengadakan webinar membahas tentang rencana penghapusan Komite Aparatur Sipil Negara (KASN). Webinar diadakan secara virtual, Rabu (10/2/2020).

Webinar dihadiri beberapa narasumber yang berkompeten di bidangnya, dan membahas KASN yang masih diperlukan keberadaannya dengan beberapa pembenahan fungsi dan tugasnya.

Ketua Komisi II Dr. Ahmad Doli Kurnia Tandjung, S.Si., M.T., mengungkapkan keberadaan KASN merupakan simbol reformasi birokrasi sehingga patut dipertimbangkan kembali keberadannya mengingat pentingnya pengawasan dalam setiap kelembagaan atau tingkatan.

“Yang menjadi dasar dalam keberadaan KASN adalah menjadi bagian besar dan kebutuhan mendorong penataan reformasi birokasi,”katanya.

Staff Khusus Menteri Dalam Negeri Bidang Pemerintahan Prof. Muchlis Hamdi mengatakan upaya penghapusan KASN sebenarnya tidak serta merta menghapus lembaganya secara keseluruhan.

Muchlis menjelaskan usulan penghapusan KASN menjadi relevan dengan didasarkan pada pertimbangan empiris bahwa pertama pengawasan yang dilaksanakan di luar lembaga atau organ kekuasaan presiden menimbulkan proses birokrasi yang lebih panjang.

Kedua, prosedur pengawasan menjadi tidak sederhana bahkan justru menimbulkan overlapping kewenangan.

Ketiga, hasil pelaksanaan pengawasan boleh lembaga lain tidak sepenuhnya bersifat eksekutorial, melainkan masih membutuhkan instrumen hukum lain.

Sementara itu, Menteri PAN RB 2011-2014 Dr. Azwar Abubakar, M.M., mengusulkan KASN tetap berfungsi pada pengawasan independen dan pengisian jabatan ASN.

“Usul saya jika KASN masih tetap diakui keberadaannya, maka fokusnya pada memantau pengisian jabatan di pemerintah pusat dan daerah. Sedangkan yang berfungsi untuk menegur dan membimbing adalah Kemendagri sehingga bisa lebih didengar. Jadi dalam hal ini untuk kegiatan yang bersifat operasional KASN tidak berdiri sendiri tapi duduk bersama dan bekerjasama dengan Kemendagri,”katanya. (OKY/Humas UB)