Yakinkan Kesiapan Vaksinasi, Satgas Covid-19 UB Adakan Webinar

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Dalam rangka mendukung program vaksinasi Covid-19 pemerintah, Tim Satgas Covid-19 Universitas Brawijaya menggelar kegiatan webinar dengan tema “Vaksinasi Covid-19: Siapkah Kita?”. Kegiatan webinar dilaksanakan secara daring melalui media zoom dan disiarkan langsung di channel youtube UB dan UBTV Livestream, Sabtu (20/02/2021).

Dalam sambutannya, Tri Wahyu Nugroho, Sp., M.Si selaku ketua panitia  mengungkapkan, webinar ini digelar untuk meyakinkan civitas akademika UB bahwa vaksinasi merupakan sebuah ikhtiar, senjata, dan pilihan terakhir untuk membasmi dan mengalahkan virus Covid-19.

Tak hanya itu, ia juga mengucapkan terimakasih kepada panitia atas terselenggarakannya acara ini. “Kami ucapkan terimakasih sebesar-besarnya kepada panitia Tim Satgas Covid-19 UB dan Forum Komunikasi Mahasiswa Pascasarjana. Semoga kegiatan kita pada hari ini mempu memberikan spirit dan semangat kepada kita untuk mengalahkan Covid-19”, tuturnya ketika mengakhiri sambutan.

Pada webinar kali ini, Tim Satgas Covid-19 UB menghadirkan tiga narasumber utama. Narasumber pertama adalah Prof. Dr. dr. Sumarno, DMM, SpMK(K) yang akan membawakan materi berjudul “Sarscov-2 dan Produksi Vaksin Covid-19”.

Ia memaparkan bahwa virus Covid-19 berukuran sangat kecil (nano) dan untuk melangsungkan kehidupannya dia perlu sel yang hidup. Apabila menemukan sel yang cocok, virus ini dapat berkembang biak dan merusak sel pada tubuh manusia.

Virus ini masuk ke tubuh manusia melalui tempat yang disebut reseptor virus ACE2 seperti mukosa, saluran pernafasan, dan saluran pencernaan.

‘’Untuk menghalau virus agar tidak masuk ke sel-sel manusia, dibutuhkan antibodi A dan Beta Defensin. Antibodi diperoleh dari penyuntikkan vaksin ke dalam tubuh manusia’’, tambahnya.

Tujuan utama dari vaksinasi adalah untuk menghasilkan antibodi-antibodi tersebut dan meningkatkan kapasitas sel darah merah agar lebih garang untuk membunuh virus Covid-19. Sedangkan tujuan dari booster atau penyuntikkan dosis kedua vaksin adalah untuk meningkatkan respon imun reaksi tanggap kebal baik itu sel maupun bentuk antibodi.

“Nanti diharapkan dari vaksinasi, ada antibodi jenis IgG dan IgA. Andaikan tubuh kita memiliki antibodi itu maka tubuh kita akan aman”,  pungkas Guru Besar Mikrobiologi Klinik tersebut.

Hadir pula dr. Maimun Zulhaidah Arthamin, M.Kes., Sp.PK sebagai narasumber kedua. Dalam materinya yang berjudul “Vaksinasi Covid-19: Apa yang Perlu Disiapkan?”, ia memberikan beberapa tips mengenai apa yang perlu disiapkan dan diperhatikan ketika akan divaksin, serta apa yang harus dilakukan setelah disuntikkan vaksin.

Sementara itu, dr. Aditya Sri Listyoko, Sp.P yang juga sebagai narasumber webinar, menjelaskan tentang Vaksinasi dan Herd Immunity. Menurutnya, herd immunity dicapai melakui dua cara, yakni natural immunity (alamiah) pada konteks tidak ada vaksin dan acquired immunity (dapatan) melalui vaksin.

Lebih lanjut ia menjelaskan, melalui vaksinasi diharapkan dapat memicu herd immunity sehingga menurunkan angka infeksi Covid-19 dan memberikan perlindungan pada individu yang rentan. Namun, ada beberapa tantangan terkait herd immunity ini, salah satunya ialah efek kebal dari vaksin dapat menghilang setelah beberapa waktu. Oleh karena itu, perlu dilakukan studi lanjut untuk menganalisis efektivitas vaksjn dan respon antibodi yang dibentuk serta berapa lama dapat bertahan. [vika]