Jurusan Sosiologi Selenggarakan Workshop Kesehatan Reproduksi Perempuan di Kabupaten Malang

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Departemen Sosiologi FISIP Universitas Brawijaya berkolaborasi dengan Koalisi Perempuan untuk Kepemimpinan (KPuK) menyelenggarakan pengabdian masyarakat beberapa waktu lalu.

Tim pengabdian yang diketuai oleh Siti Kholifah serta beranggotakan Ucca Arawindha dan Andika Riyan Saputra ini menggagas workshop dengan tema “Hak Kesehatan Reproduksi Perempuan Sebagai Upaya Pencegahan Pernikahan Dini di Desa Tunjungtirto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang”.

Kegiatan ini dilatarbelakangi kondisi di Jawa Timur yang mengalami darurat pernikahan dini. Terlebih Kabupaten Malang adalah kabupaten dengan penyumbang tertinggi angka pernikahan dini di Jawa Timur. Berdasarkan data Pengadilan Agama Kabupaten Malang, pada tahun 2021 setidaknya terdapat 1.762 pasangan yang mengajukan dispensasi nikah.

Disamping itu, merujuk data laporan puskesmas Kabupaten Malang menunjukkan Kecamatan Singosari terdapat 10 penemuan HIV + baru sepanjang 2021 hingga Mei 2022.

Berlokasi di Pujasera Kembangbanyu, Café Luweng Pedes, Desa Tunjungtirto, kegiatan ini dihadiri 24 peserta yang terdiri dari perempuan desa mulai orang dewasa (ibu-ibu) dan remaja desa.

Pelibatan ibu-ibu dan remaja desa bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya perempuan mengenai hak kesehatan reproduksi dalam perspektif medis dan sosial.

“Penikahan dini memiliki banyak resiko, baik secara fisik maupun sosial, seperti KDRT, ketidakmatangan usia seorang perempuan beresiko tinggi ketika hamil dan dapat mengakibatkan anak lahir prematur, kurang gizi, ataupun stunting. Oleh sebab itu, pemahaman masyarakat tentang hak kesehatan reproduksi menjadi penting untuk menekan tingginya angka pernikahan dini,” kata Siti Kholifah sebagai ketua pelaksana kegiatan.

Workshop ini menghadirkan pemateri yang expert dibidangnya dengan menyorot dua sudut pandang terhadap pernikahan dini. Materi pertama disampaikan oleh Ners. Tri Nurhudi Sasono, M.Kep Dosen STIKES Kepanjen yang membawakan materi “Kesehatan Reproduksi, Penyakti Menular Seksual, dan Layanan dan Informasi Kesehatan Reproduksi”.

Materi kedua disampaikan oleh Ina Irawati Wakil Sekretaris Jendral Koalisi Perempuan untuk Kepemimpinan (KPuK) dengan fokus diskusi tentang “Strategi Pencegahan Pernikahan Dini”.

Kegiatan pengabdian Departemen Sosiologi, FISIP berkolaborasi dengan KPuK turut dihadiri oleh Kepala Desa Tunjungtirto Hanik Dwi Martya. Dalam sambutannya, dia mengucapkan terima kasih kepada Departemen Sosiologi dan KPuK yang telah memberikan workshop kepada masyarakat Tunjungtirto yang mampu memberikan informasi baru khususnya tentang pernikahan dini.

Lebih lanjut, kolaborasi positif antara Departemen Sosiologi, KpuK dan Desa Tunjungtirto dapat terus terjalin, karena kegiatan yang baik adalah yang berkelanjutan. Harapan tindak lanjut kerjasama antara FISIP UB, KPuK, dan juga desa Tunjungtirto menjadi titik awal yang baik untuk entitas akademisi, baik dosen maupun mahasiswa untuk lebih memperhatikan konteks pernikahan dini di kabupaten Malang, baik melalui penelitian, KKN, maupun bentuk pengabdian kepada masyarakat yang lain. (Humas FISIP/Humas UB)

  From Berita UB