Tim DM Kembangkan Wisata Kampung Lele

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Tim Doktor Mengabdi UB menularkan ilmu gizi dan manajemen keuangan untuk mengembangkan potensi wisata kampung lele di Desa Tales, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri Senin (26/7/2023).

Tim Doktor Mengabdi yang terdiri dari Dr. Irma Sarita Rahmawati, STP., MP. (Fikes), Rahma Micho Widyanto, S.Si., MP. (Fikes), Annisa Rizky Maulidiana, S.Gz., MSc. (Fikes), Ir. Zainul Abidin, ST., MT., M.Eng., Ph.D. (Filkom), dan Fitri Candra Wardana, S.E., M.Acc., Ph.D. (Sekolah Pascasarjana), menyediakan mesin pengaduk abon lele beserta pelatihan operasional dan perawatan untuk koki di Kampung Lele. Mahasiswa dan pranata laboratorium dari Program Studi Ilmu Gizi dan Fikes juga terlibat dalam persiapan dan pembuatan material pelatihan termasuk inovasi produk olahan lele.

Ketua tim DM UB, Dr. Irma Sarita mengatakan Kampung Lele ini merupakan destinasi wisata yang nyaman, ramah anak, dan menyediakan kuliner yang beraneka ragam terutama yang berbahan dasar lele. Dipadukan dengan kolam renang dan taman bermain sederhana tempat wisata Kampung Lele telah berhasil menarik banyak pengunjung.

Kebutuhan makanan dan oleh-oleh berbahan lele telah diusahakan oleh pemilik (Mariani) semaksimal mungkin. Namun ide pengembangan atau diversifikasi produk olahan daging lele masih sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan tempat wisata. Edukasi terkait dengan nilai gizi ikan lele juga sangat penting agar pengunjung maupun masyarakat sekitar mendukung penuh budidaya lele yang dilakukan di lokasi.

“Salah satu masalah yang dihadapi mitra adalah terkait diversifikasi produk olahan lele yang unik dan tahan lama. Mitra juga berharap bisa mendapatkan nilai gizi dari produk olahannya sehingga dapat disampaikan kepada konsumen. Di sisi bidang administrasi, mitra berharap adanya pelatihan pembuatan laporan keuangan yang bisa mendukung manajemen keuangan kampung lele,” kata Irma.

Sebelumnya Tim DM telah melakukan survei terhadap kebutuhan mitra di lokasi dan merealisasikan solusinya. Pertama, sebagai dukungan atas produk yang sudah berhasil menyita perhatian pengunjung, yakni abon lele, tim DM menghibahkan alat pengaduk abon yang dilengkapi motor listrik yang dapat diatur kecepatannya berdasarkan gir banding. Alat tersebut telah diserahkan pada kunjungan sebelumnya. Sebagai jawaban atas diversifikasi produk olahan dan pembuatan laporan keuangan, tim melakukan kunjungan lanjutan (26/6/2023) dengan memberikan pelatihan terkait lele, nilai gizi lele, dan produk olahan lele berupa brownies dan telur gabus yang disampaikan ketua Tim DM UB yakni, Dr. Irma Sarita.

Di akhir sesi, Dr. Irma Sarita mengatakan akan membawa sampel produk olahan unggulan Kampung Lele, yakni lele crispy untuk dilakukan uji laboratorium di kampus Fikes terkait kandungan gizi sampai nilai kalori yang terkandung dalam tiap gramnya. Kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan terkait literasi keuangan yang disampaikan oleh anggota tim DM yang memiliki latar belakang akuntansi, yakni Fitri Candra Wardana, Ph.D.

Di akhir pelatihan, Fitri berpesan pada pengelola keuangan bahwa semuanya baik pemasukan maupun pengeluaran harus tercatat dengan baik. Selain itu, Fitri juga menyampaikan perlunya memisahkan antara rekening pribadi/keluarga dan rekening perusahaan.

Mariani sebagai pemilik tempat wisata memberikan respon positif terhadap program Doktor Mengabdi ini. Ilmu yang disampaikan tim UB dinilai sangat bermanfaat bagi perkembangan tempat wisatanya.

Dia menyampaikan edukasi terkait ide produk olahan maupun pembuatan laporan keuangan sangat mendukung pengembangan tempat wisatanya. Dia juga mengakui kelemahan manajemen keuangan ada pada pencatatan yang kurang detil dan teliti serta pemisahan rekening kas pribadi dan perusahaan.

“Terima kasih kepada tim UB atas pencerahannya tentang ide olahan lele dan pembuatan laporan keuangan. Kami sering menemui kondisi dimana barang tampak habis terjual tetapi tidak ada uangnya, makanya kami perlu buat laporan keuangan yang benar. Memang kelemahan kami ada di pencatatan dan campur aduk antara pribadi dan perusahaan,” kata Mariani di akhir kegiatan.[ZAB/Humas UB]