Sulap Eks TPA Lowokdoro Menjadi Taman Edukasi Sampah bersama Titikreasi

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya PKM Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) yang beranggotakan Rosalina Wijayanti, Aulia A`yunina Feralda, Dewi Fathonah Septya Rahman, Dini Intan Permatasari, dan Firdaus Finuliyah, merancang taman edukasi sampah di mana elemen keseluruhan dari taman tersebut memanfaatkan sampah yang menumpuk di lokasi eks TPA Lowokdoro, Malang. Taman tersebut sebagai media edukasi dan berkreasi bagi warga sekitar mengenai sampah.

Kelompok ini menggaet Karang Taruna Lowokdoro yang resah akibat tidak adanya kegiatan untuk mengatasi masalah sampah yang menggunung. Masalah ini, tutur Aulia, diakibatkan sistem open-dumping/kumpul-angkut-buang) secara berkelanjutan. “Selain itu, warga yang bermukim di sekitaran lahan TPA juga resah akan timbulnya bau tidak sedap akibat sampah yang ditumpuk bertahun-tahun dan tidak ditindaklanjuti secara optimal. Maka dari itu, tim titikreasi mencoba melakukan inovasi untuk mengatasai permasalahan yang ada,” ujarnya.

Inovasi ini bertujuan untuk meminimalisasi dampak degradasi lingkungan akibat sampah yang dibiarkan begitu saja dengan segala zat-zat berbahaya yang terkandung di dalamanya dan mengurangi bau dari sampah yang tercampur. “Kami menawarkan beberapa program: pertama, sosialisasi dan edukasi terkait sampah dengan mendatangkan aktivis lingkungan hidup. Kedua, program pembuatan produk sampah. Pembuatan produk sampah bertujuan agar warga TPA bersama mitra kami mampu memanfaatkan sampah yang masih layak untuk dijadikan kerajinan tangan atau handycraft. Ketiga, program pameran virtual yang diselenggarakan melalui official instagram @titikreasi, menampilkan berbagai produk yang telah berhasil dibuat warga TPA bersama mitra,” imbuhnya.

Keempat, yang merupakan program utama kelompok ini adalah pembuatan taman edukasi sampah. Di taman edukasi tersebut terdapat berbagai elemen yang memanfaatkan sampah, seperti kursi taman yang terbuat dari ecobrick. Nantinya, hasil dari ecobrick tersebut akan disatukan sehingga membentuk sebuah kursi taman yang akan dilapisi kain tak terpakai sebagai alas kursi. Dihiasi pagar warna-warni dari botol bekas dan bibit tanaman. Terdapat pula tiga jenis tempat sampah (organik, anorganik, dan B3) di taman tersebut untuk membiasakan masyarakat agar memilah sampah sesuai jenisnya. Serta pojok literasi mengenai poster-poster mengenai pencerdasan sampah.

Bagi para komunitas sosial yang mungkin berminat untuk bermitra, dapat segera menghubungi secara langsung melalui

Intagram : @titikreasi

Youtube : Titik Kreasi dan Edukasi

Email :titikreasi.kami@gmail.com (Aulia/VQ)