SPUB Lakukan Penguatan Joint Research dengan Kyoto University dan GRIPS

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Foto bersama associate professor Kyoto University
Foto bersama associate professor Kyoto University

Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya (SPUB) melakukan penguatan Joint Research dan Linkage’s Master Program dengan Kyoto University dan Graduate School of Science and Engineering dan National Graduate Institute for Policy Studies (GRIPS) dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan tenaga pengajar.

Dalam kunjungannya ke perguruan tinggi di Jepang tersebut, tim Dosen Berkarya (DOKAR) SPUB membagi kegiatan dalam dua sesi, yaitu pada (10/11/2023) di Kyoto University, bertemu dengan Prof. Satoshi Hoshino, Division of Environmental Science and Technology, Graduate School of Agriculture, Kyoto University, Japan, bertempat di Kyoto University. Sedangkan pada (14/11/2023) bertemu dengan Profesor Toshihiro Kudo, GRIPS (national Graduate Institute For Policy Studies).

Anggota DOKAR Dr. Rita Parmawati., SP., ME mengatakan kegiatan di Kota Tokyo tersebut mempunyai dua agenda penting, pertama di Kyoto University, SPUB membuat riset kerjasama dan penulisan artikel di jurnal internasional bereputasi bertema pengaruh tambang andesit terhadap mata air umbulan, Jawa Timur.

Kedua dengan GRIPS, melakukan penyusunan kurikulum bersama melalui kegiatan Linkage Master’s Program melalui kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas  dan  Japan International Cooperation Agency (JICA) membuat PROGRAM DXHR

Program DXHR merupakan program Magister (S-2) Linkage dengan desain 1 tahun perkuliahan di Indonesia dan 1 tahun perkuliahan di Jepang. Program ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kemampuan, serta pengalaman karyasiswa guna mendukung pencapaian target-target pembangunan nasional melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

“Secara umum kegiatan DOKAR penugasan khusus ini akan meningkatkan jumlah Dosen Bekerja di Luar Kampus PT QS100, pertukaran materi ilmiah, publikasi dan informasi-informasi di bidang penelitian, kerjasama penelitian dan pertemuan di forum-forum ilmiah,” kata Rita.

Dia juga berharap melalui kegiatan tersebut bisa merespon tuntutan pasar tenaga kerja yang berkualitas di dunia internasional sehingga lulusan SPUB tidak hanya berkiprah di dalam negeri namun diharapkan dapat berkarya dan bersaing di luar negeri.