Prof. Widodo Kampanyekan Prioritas Pengembangan UB sebagai PTNBH

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Prof. Widodo, S.Si.,M.Si.,Ph.D.,Med.Sc

Bakal Calon Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si.,M.Si.,Ph.D.,Med.Sc menyampaikan visinya dalam Sidang Pleno Terbuka SAU yang berlangsung Selasa (19/4/2022) di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya. Dalam pidato tersebut Prof. Widodo menyampaikan prioritas dari visinya yaitu mengembangkan Universitas Brawijaya (UB) sebagai PTNBH.

“Perlu dikembangkan sistem kelembagaan universitas yang kuat, yaitu Triple Helix. Triple Helix dalam konteks ini adalah pendidikan, penelitian, dan praktek yang bagus bagi mahasiswa untuk meningkatkan relevansi mahasiswa,” katanya.

Dalam paparannya, Prof. Widodo menawarkan enam program utama dalam penguatan sistem kelembagaan universitas yang kuat.

Pertama, penguatan relevansi pendidikan. Kedua, peningkatan global capacity mahasiswa. Ketiga, peningkatan SDM dengan international recognition. Keempat, penguatan kapasitas infrastruktur untuk hilirisasi inovasi. Kelima, penguatan kapasitas Badan Usaha Universitas. Keenam, optimasi proses bisnis dan integrasi sistem informasi.

Prof. Widodo juga menyampaikan visi Penguatan fundamen penelitian melalui pembentukan Center of Excellence dan Teaching Factory melalui peningkatan kualitas pendidikan, pengetahuan dan inovasi yang bertaraf internasional.

Untuk mewujudkan visi tersebut, Prof. Widodo memiliki program pengembangan UB sebagai PTNBH, yaitu teaching factory, upscaling prototype facility, center of excellence, penguatan kapasitas badan usaha universitas, overseas credit earning, serta optimasi proses bisnis dan integrasi sistem informasi.

Prof. Widodo saat ini menjabat sebagai Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA).

Prof. Widodo juga pernah menjabat sebagai Ketua Jurusan Biologi, KKJF Penelitian LPPM UB, Kepala LSIH UB, Anggota Tim PPKID.

Beberapa penghargaan yang pernah diraihnya, antara lain Best Original Paper Award (2007), Young Investigator Award (2007), Young Scientist RISTEK-Kalbe (2012), serta Dosen Berprestasi UB (2015). (DKA/Humas UB).