Prof. Dr. Ir. Hardoko, M.S dari FPIK-UB Dikukuhkan

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Prof. Dr. Ir. Hardoko, M.S

Prof. Dr. Ir. Hardoko, M.S dikukuhkan sebagai profesor dalam bidang Ilmu Pangan Fungsional Hasil Perikanan, Senin (11/12/2023), di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya (UB). Ia merupakan Profesor aktif ke-21 di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) dan ke-197 di UB, serta menjadi Profesor ke-356 dari seluruh Profesor yang dihasilkan UB.

Ia merancang MINA SMART sebagai pangan fungsional untuk meningkatkan kecerdasan.

Indonesia sebagai negara kepulauan yang luas wilayah perairannya lebih besar dari wilayah darat  ternyata tidak memiliki industri yang khusus menghasilkan minyak ikan. Minyak ikan yang dihasilkan di Indonesia adalah merupakan hasil samping (byproduct) dari industri pengolahan ikan.  Industri yang berpotensi menghasilkan byproduct minyak ikan adalah industri pengalengan ikan dan industri tepung ikan.

Selama ini minyak ikan dijadikan sebagai sumber gizi esensial dan pangan fungsional untuk kesehatan. Hal ini terkait dengan kandungan asam lemak esensial  asam arakidonat (AA), asam eikosapentaenoat (EPA) dan  asam dokosaheksaenoat  (DHA) yang tidak ditemukan dalam minyak tumbuhan.

Secara spesifik minyak ikan tuna didominasi oleh DHA, sedangkan pada pihak lain sel-sel otak juga didominasi DHA, sehingga minyak ikan tuna berpotensi  dijadikan ‘Mina Smart’ (Minyak Ikan Tuna untuk Kecerdasan).

Minyak tumbuhan hanya mempunyai asam lemak esensial linolenat (LNA) dan ternyata kurang  berperan untuk meningkatkan kecerdasan, karena LNA  masih perlu proses sintesis lebih lanjut untuk menjadi DHA.

Hasil percobaan diperoleh bahwa tikus yang diberi ‘Mina Smart’ ternyata mempunyai kecerdasan lebih tinggi daripada tikus yang diberi minyak kelapa atau minyak sawit. Hal ini terkait dengan jumlah DHA yang tinggi  dalam otak tikus yang diberi ‘Mina Smart’.

Dengan demikin ‘Mina Smart’ dapat dijadikan pangan fungsional untuk meningkatkan kecerdasan yang dapat dikembangkan untuk pengembangan sumberdaya manusia yang cerdas.    Kekuatan ‘Mina Smart’ adalah bahan baku cukup berlimpah dan bisa untuk membantu atasi stunting di Indonesia. Kelemahan ‘Mina Smart’ adalah baunya sangat amis dan kurang stabil terhadap oksidasi. [Irene]