Prodi Ilmu Perpustakaan Gelar Kultam Pentingnya Record Memory

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Assoc. Prof Wan Satirah Wan Mohd Saman, Ph.D dari Faculty of Information Management UiTM Malaysia

Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Universitas Brawijaya (UB) mengadakan kuliah tamu bertema Manajamen Record, Kamis (6/10/2020)

Manajemen record sengaja diangkat menjadi topik utama karena merupakan inti dari disiplin ilmu perpustakaan. Sehingga diperlukan sebuah update informasi terkait pengetahuan dan agenda riset yang berkembang.

“Manajemen record menjadi hal penting dalam sebuah organisasi. Sebuah organisasi yang manajemen recordnya berjalan dengan baik maka fungsi controlling dan assessmentnya berjalan dengan baik karena ada sebuah manajemen informasi yang tercatat dan bisa dipertanggungjawabkan,”kata Ketua Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Assoc. Prof. Dr. Muhammad Shobaruddin, M.A.

Assoc. Prof Wan Satirah Wan Mohd Saman, Ph.D dari Faculty of Information Management UiTM Malaysia menambahkan dalam sebuah corporate atau perusahaan, informasi-informasi yang telah tercatat akan bisa menjadi sebuah solusi terhadap permasalahan organisasi atau perusahaan di masa depan.

“Memori adalah kenangan apa yang paling kita ingat dan terlihat secara efektif.
Dalam sebuah memori ada data data informasi masalalu yang bisa digubaka untuk memperbaiki keadaan kekadaan di masa depan. Karena sepanjang kehidupan ia terkandung didalam pemikiran, pengalaman, budaya yang diambil,”katanya.

Wan Satirah menambahkan bahwa kuliah tamu yang saat ini sedang dilaksanakan merupakan salah satu bentuk memori yang sudah pasti ada pelajaran pelajaran yang diambil yang terus diperbaiki untuk program dan ada sesuatu yang baru.

“Tahun ini tantangan kuliah tamu yang dilaksanakan adalah proses kegiatan yang dilakukan secara virtual karena adanya pandemi COVID-19. Sehingga bisa dikatakan saat ini kita sedang menciptakan memori dan bisa dijadikan sebuah alternatif pemecahan sebuah masalah jika dimasa depan terdapat timbul atau muncul kondisi yang serupa,”katanya

Agar tidak terjadi lost memory di masa depan, Wan Satirah mengatakan sebuah organisasi atau perusahaan perlu menyimpan memori atau dokumen-dokumen yang tersimpan kedalam sebuah sistem yang selalu di update.

Meskipun begitu, tidak semua dokumen yang ada harus terrecord karena ada beberapa yang harus dimusnahkan sesuai dengan nilai kemanfaatannya.

“Semua records tidak bisa disimpan karena ruang pasti tidak cukup. Menyimpan records yang tidak penting lagi juga membawa kerugian bagi organisasi,” katanya.

Data-data yang tersimpan terdiri dari banyak jenis. Salah satunya adalah personal data.

Chair Person of Perkumpulan Profesi Pengelola Record Indonesia (P3RI) Abdul Cholil menjelaskan Personal data adalah suatu informasi yang bisa dihubungkan dengan seorang manusia/individu. Baik berupa nama, foto, email, bank address, ip address, mobile devices id, sidik jari, data kesehatan are personal data,”katanya

Personal data customer dibutuhkan oleh perusahaan. Dari sisi perusahaan, data personal customer itu hanya boleh disimpan sepanjang dibutuhkan untuk aktivitas tertentu.

“Semakin lama kita menyimpan personal data yang tidak dibutuhkan, akan menjadi bom waktu untuk perusahaan itu (adanya hacking, dsb) yang menyebabkan kostumer complain,”katanya. (OD/Humas UB)

  From Akademik

 See also