PJM Gelar Seminar Online Seri 2

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Pusat Jaminan Mutu Universitas Brawijaya (PJM UB) menggelar Seminar Online seri 2, Kamis (9/10/2020).

Seminar ini dihadiri 250 peserta dari 92 institusi yang tersebar di 25 provinsi. Institusi tersebut berasal dari 65 perguruan tinggi umum, 10 perguruan tinggi Keagamaan, 7 perguruan tinggi Pendidikan, 5 perguruan tinggi Kesehatan, dan 1 perguruan tinggi Kedinasan. Acara ini diselenggarakan melalui media zoom dan livestreaming YouTube.

PJM menghadirkan tiga pemateri dengan subtema yang berbeda. Pemateri  pertama yakni Prof. drh. Aris Junaidi, Ph.D. , Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Ditjen Dikti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Pemateri kedua yakni Dr. Shinta Hadiyantina, Ketua Pusat Jaminan Mutu UB. Pemateri terakhir yakni Sugiyono, Ph.D.

Prof. Aris menyampaikan mengenai Kebijakan Nasional sistem penjaminan mutu pendidikan tinggi dan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) yang diatur dalam UU No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi dan Permendikbud No. 3 Tahun 2020 Tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi.

SPMI harus diatur mulai dari penetapan standar, pelaksanaan, hingga evaluasi pengendalian yang diharapkan setiap tahun.

“Dalam semua institusi, budaya mutu harus terbangun,” kata Prof. Aris.

Selain itu, berdasarkan standar Dikti, untuk membangun budaya mutu diperlukan pola pikir, pola sikap, dan pola perilaku.

Prof. Aris juga menyampaikan informasi terkait Kampus Merdeka yakni kegiatan mahasiswa dapat dilakukan di luar kamus asal, yang mencakup delapan kegiatan seperti magang atau praktik kerja, proyek di desa, mengajar di sekolah, pertukaran pelajar, penelitian, kegiatan wirausaha, proyek independen, dan proyek kemanusiaan.

Dalam pemaparannya, Dr. Shinta menyampaikan bahwa UB menuju budaya mutu dengan pemenuhan Good University Government (GUG) dan peningkatan daya saing. Selain itu, sistem manajemen mutu UB dimulai dari PDCA (Plan, Do, Check and Act), Customer Satisfaction, Customer Care, dan keberlanjutan organisasi.

Seminar ditutup oleh pemateri terakhir yaitu Sugiyono, Ph.D serta sesi tanya jawab. Dia menyampaikan persoalan jangka waktu akreditasi perguruan tunggi yang dilakukan oleh BAN-PT selama lima tahun.

BAN-PT terdapat tiga jalur yang harus dipenuhi yaitu ijin pendirian, data di PD Dikti, dan usulan akreditasi.

Seminar yang mengusung tema “Implementasi SPMI dalam Melaksanakan Kebijakan Kampus Merdeka” dibuka langsung oleh Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani selalu Rektor Universitas Brawijaya. [RA/IKA/Humas UB].

  From Berita UB