PERSADA Bertemu dan Diskusi Bersama Komisi Yudisial

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Komisi Yudisial (KY) melakukan kunjungan dan diskusi bersama para peneliti dari Pusat Pengembangan Riset Sistem Peradilan Pidana Universitas Brawijaya (PERSADA UB), Selasa (31/8/2022). Selain dalam rangka silaturrahmi, kunjungan ini didasari dengan keinginan Komisi Yudisial untuk berkolaborasi program dengan PERSADA.

Kedatangan Komisioner KY Binziad Kadafi, S.H., LL.M., Ph.D., bersama Juru Bicara (Jubir) Miko Ginting, S.H., M.A., dan peneliti dari FH Universitas Parahyangan  Dr. Niken Savitri disambut baik oleh Ketua PERSADA Fachrizal Afandi dan beberapa peneliti.

Selain mengenalkan profil PERSADA Fachrizal menjelaskan beberapa proyek penelitian yang saat ini sedang dikerjakan.

Fachrizal menjelaskan sebagai salah satu pusat studi di bawah LPPM yang saat ini menerima hibah penguatan pusat studi pada tahun 2022, PERSADA UB telah melaksanakan beberapa program seperti rekrutmen peneliti, pelatihan riset sistem peradilan pidana, FGD dan beberapa penelitian yang dilaksanakan terkait isu Keadilan Restoratif, Kepegawaian Jaksa, Terorisme, dan Pidana Lingkungan Hidup.

Komisioner KY Binziad Kadafi merespon baik program PERSADA ini utamanya penelitian tentang analisa putusan tindak pidana lingkungan yang saat ini dikerjakan. Asisten Peneliti PERSADA UB, Khoirul Khitam menjelaskan terdapat sekitar 98 putusan yang tengah berada dalam proses analisa untuk mengetahui kecenderungan hakim memutus tindak pidana lingkungan hidup berdasarkan scientific evidence dihubungkan dengan precautionary principle. Diskusi yang mengalir selama kurang lebih dua jam ini juga membahas tentang fenomena penerapan Keadilan Restoratif, hingga perlunya memikirkan sistem untuk menangani perkara-perkara pidana yang melibatkan aparat penegak hukum berpangkat tinggi. Di akhir, Komisi Yudisial mendorong agar para peneliti PERSADA UB dapat membantu melakukan pemantauan hakim melalui analisa putusan dan turut mewarnai diskursus hukum dan sistem peradilan pidana melalui artikel jurnal yang dihasilkan agar bisa dibaca oleh halayak yang lebih luas.

  From Akademik

 See also