Pengukuhan Profesor Universitas Brawijaya

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

SIARAN PERS

19 JULI 2022

Nomor 019/VII/2022

 

Universitas Brawijaya (UB) akan mengukuhkan dua professor di Gedung Samantha Krida, Rabu (20/7/2022). Pertama, Dr. Ir Abdul Wahib Muhaimin, MS yang dikukuhkan sebagai profesor di bidang Ilmu Majemen Agribisnis. Ia merupakan profesor ke-30 dari Fakultas Pertanian dan profesor aktif ke-168 di UB. Kedua, Dr. Rudianto, MA yang dikukuhkan sebagai profesor di bidang Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Ia merupakan profesor aktif ke-14 di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan dan profesor aktif ke-169 di UB.

Kesehatan Generasi Milenial sesuai Keinginan Konsumsinya

Prof. Dr. Ir Abdul Wahib Muhaimin, MS mengangkat judul orasi ilmiah Mutu Keinginan dan Healthy Food Choice dalam Hubungannya dengan kepuasan dan Kesehatan Konsumen Makanan Milenial. Dalam orasinya ia menyampaikan pesatnya pertumbuhan makanan cepat saji di tengah masyarakat dan diikuti oleh dominasi generasi milenial yang mempunyai karakteritik keinginan makan berlebihan dan lepas  kontrol, telah menimbulkan dampak negatip yaitu semakin banyaknya serangan jantung, stroke dan diabetes pada mereka. Hal ini mengundang keprihatinannya untuk fokus pada pengembangan gagasan  ke depan tentang konsep Healthy Food Choice bagi Generasi Milenial.

Disampaikannya, perilaku konsumen terhadap makanan milineal tidak hanya didasari oleh karakteristik konsumen dan lingkungannya, tetapi juga psikologis konsumen dan proses pengambilan keputusan yang didasarkan kesadaran akan keinginan dan kebutuhan, kepuasan sebelumnya yang pernah dibuat dan sudah menyesuaikan faktor usia dan kesehatan dari konsumen tersebut. Oleh karena itu, di era sekarang pemasar produk makanan menyediakan dengan aneka ragam pilihan dan menyesuaikan kebutuhan konsumen.

Keinginan, kesadaran dan kesehatan konsumen makanan milenial berhubungan erat dengan usia konsumen. Makin tinggi tingkat kesadaran berdampak terhadap kesehatan konsumen di masa mendatang. Hal ini dapat dijelaskan pada Model Healthy Food Choice, bahwa kesadaran konsumen dapat menekan besarnya keinginan makan pada generasi muda dan selanjutnya mampu menciptakan keseimbangan input makanan dan output kesehatan secara berkelanjutan.

Keunggulan model Healthy Food Choice  adalah memperkuat hubungan antara faktor psikologi konsumen dan efisiensi  input makanan dan  output kesehatan jangka panjang, sehingga dapat meningkatkan kepuasan, kesehatan dan kesejahteraan konsumen makanan milenial secara berkesinambungan.

Kelemahan  model tersebut adalah kesulitan mengontrol keinginan konsumen generasi milenial yang berlebihan dan keterbatasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dalam mengawasi penyebaran makanan yang kurang memenuhi standart gizi di pasaran. Di tengah pesatnya pembelian makanan secara online, maka disarankan kepada pemilik kafe, kedai dan mal agar menyertakan informasi di website yang dimiliki tentang pentingnya pengendalian keinginan yang berlebih-lebihan waktu makan demi menjaga kesehatan generasi yang akan datang.

Meningkatnya wawasan kesadaran tentang pilihan makanan sehat (rendah kolesterol) pada generasi milenial, diharapkan dapat mengurangi dampak negatip bertambahnya serangan jantung, stroke dan diabetes yang mulai banyak menyerang  generasi muda di bawah usia 30 tahun.

Restorasi Ekosistem Daerah Pesisir Mencegah Kerusakan Alam

Prof. Dr. Rudianto, MA akan menyampaikan orasi ilmiah dengan judul  Model Restorasi Ekosistem Mangrove Desa Pesisir Untuk Mengatasi kerusakan Pesisir Akibat Perubahan Iklim dan Proses Antropogenik. Model Restorasi Ekosistem Mangrove Desa Pesisir (REMDP) merupakan jawaban dari upaya pencegahan perubahan iklim dan kerusakan pesisir yang ditimbulkan akibat proses antrophogenik. Beberapa diantaranya yakni peningkatan pembakaran bahan bakar fosil untuk listrik, pemanas, transportasi, deforestasi dan penurunan keanekaragaman hayati telah menyebabkan peningkatan gas rumah kaca.

Komitmen PBB untuk mendorong setiap negara melakukan restorasi pesisir harus menjadi acuan untuk memperbaiki kerusakan pesisir termasuk mencegah akan tenggelamnya kawasan pesisir di masa yang akan datang. Model REMDP merupakan metode dan teknik restorasi ekosistem hutan mangrove yang bersifat terpadu dan harus dilakukan dengan mengedepankan aspek teknis, aspek kelembagaan dan aspek pembiayaan berbasis desa pesisir dengan pendekatan co-management. Dari ketiga aspek tersebut perlu didorong partisipasi masyarakat sebagai pilar keberhasilan restorasi ekosistem pesisir. Pemerintah perlu memiliki konsep yang jelas, yang komprehensif dan terukur untuk menangani kerusakan pesisir berbasis desa pesisir. Dengan menggunakan model REMDP, diharapkan menjawab upaya untuk mencegah terjadinya kebencanaan di wilayah pesisir terutama mulai banyak tenggelamnya wilayah pesisir.

 

Model REMDP menggunakan Model co-management berdasarkan pengelolaan partisipatif, kolaboratif atau pengelolaan berbasis masyarakat. Model ini melibatkan unsur masyarakat, pemerintah dan swasta. Masyarakat memanfaatkan, memelihara, melindungi, dan ikut merestorasi hutan mangrove. Pemerintah pemegang mandat atas perintah undang-undang melakukan pengelolaan sumberdaya pesisir seperti hutan magrove. Sedangkan swasta ikut berkontribusi melestarikan hutan mangrove melalui pembiayaan restorasi. Model kelembagaan untuk restorasi ekosistem pesisir berbasis co-management

Keunggulan model REMDP adalah mendorong semua pemangku kepentingan untuk berkomitmen melaksanakan pemulihan lingkungan pesisir mulai dari pemerintah pusat, pemerintah provinsi sampai pemerintah Kota/Kabupaten dan pemerintah Desa/Kelurahan. Komitmen tersebut diwujudkan dalam bentuk kerja kobarorasi memulihkan kawasan pesisir dengan pendekatan aspek teknis, aspek kelembagaan dan aspek pembiayaan.

Kelemahan REMDP adalah terletak pada ketidak pahaman para pemangku kepentingan tentang pentingnya bertindak secara koloborasi untuk merestorasi kerusakan pesisir termasuk keterbatasan pembiayaan yang bersumber dari pelbagai macam sumber pendanaan.

Dalam kaitan tersebut disarankan agar para pemangku kepentingan membentuk suatu forum restorasi ekosistem pesisir yang beranggotakan dari perwakilan seluruh pemangku kepentingan. Forum tersebut akan menyusun rencana strategi selama 5 (lima) tahun kedepan termasuk menyusun program dan kegiatan serta rencana tindak kelembagaan dan rencana tindak keuangan.

Harapan kedepannya agar seluruh pemerintah Kota/Kabupaten yang memiliki kawasan pesisir membentuk Forum restorasi ekosistem pesisir berbasiskan model co-management dengan memiliki kejelasan tentang program dan kegiatan jangka menengah (5 tahun) dan jangka pendek (tahunan) yang lengkap dengan rencana tindak keterpaduan penyusunan program (integrated program action plan)  dan rencana tindak kelembagaan (institutional action plan) dan rencana tindak keuangan (financing action plan).[Humas UB]

 

Contact Person:
Kotok Gurito, S.E.
Kepala Humas UB
0815-5551-110

Website       :   prasetya.ub.ac.id
Instagram    :   @univ.brawijaya
Twitter         :   @UB_Official
Facebook     :   @Universitas.Brawijaya.Official

  From Siaran Pers