Mahasiswi Tuli Berpartisipasi di Pameran dan Lelang  Lukisan Voice of Colors

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Zulfiana Rofi’atul Asiyah
Zulfiana Rofi’atul Asiyah

Zulfiana Rofi’atul Asiyah, mahasiswi Seni Rupa Murni Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya (FIB UB), berpartisipasi dalam Voice of Colors yang diselenggarakan Satunesia dan Galeri Zen1 di Jakarta Pusat pada Jum’at-Minggu, 26-27 April 2024.

Sebelum pameran diselenggarakan, Opi dan teman-teman Tuli pelukis yang akan memamerkan karyanya terlebih dahulu mendapatkan pelatihan dari Satunesia. Pelatihan tersebut dipandu oleh seniman lukis, sehingga mereka mendapatkan pembekalan terlebih dahulu sebelum pameran. Dari pelatihan tersebut pula, peserta membuat karya terlebih dahulu untuk dipamerkan.

“Awal bulan Februari aku mendaftar, karyaku terpilih. Aku diundang ke Jakarta untuk mengikuti workshop selama 1 bulan. Senang karena sebelum pameran diberi pelatihan terlebih dahulu,” cerita Opi saat ditanya bagaimana ia bisa mengikuti pameran tersebut.

Menurut Opi, workshop tersebut sangat bermanfaat bagi dirinya. Ia tentu sangat antusias karena menurutnya pelatihnya sangat kompeten di bidangnya.

“Pelatihnya itu seniman lukis profesional. Sehingga aku banyak belajar darinya,” ungkapnya.

Dari workshop tersebut, ia melukis tiga lukisan. Di pameran, ia memamerkan lima lukisan. Tiga lukisannya terjual saat lelang di hari terakhir pameran.

“Lumayan, ada tiga lukisan laku di lelang,” ucapnya mengenai lukisan-lukisannya yang mencakup banyak tema.

Opi juga mengungkapkan bahwa pada pameran terakhir yang ia ikuti tersebut, ketersediaan juru bahasa isyarat sangat membantunya dalam berkomunikasi dengan publik dan pengunjung. “Pada pameran terakhir di Jakarta “Suara dalam Karya”, terdapat akses JBI yang mempermudahkan saya untuk berkomunikasi dan menjelaskan karya-karya saya kepada audiens sehingga (bisa menjawab, red.) mereka merasa bertanya-tanya.”

Opi sangat memperhatikan aksesibilitas kegiatan pada teman-teman Tuli. Ia menyoroti bagaimana ketersediaan juru bahasa isyarat sangat penting di kegiatan-kegiatan, terutama yang melibatkan Tuli sebagai peserta atau penyelenggara. “Pameran tersebut merupakan salah satu pameran terbaik saya, dan saya berharap ke depannya untuk pameran di Indonesia dapat disediakan akses JBI untuk para seniman Tuli. Tentu tidak ada alasan kan tidak ada dana untuk JBI,” ungkapnya.

Voice of Colors, atau yang dikenal juga dengan “Suara dalam Karya”, adalah pameran dan lelang lukisan teman-teman Tuli pelukis yang mempromosikan inklusi-disabilitas di Indonesia. Selain pameran lukisan teman-teman Tuli, kegiatan ini juga disertai dengan talkshow yang mengundang pembicara ahli di bidang mereka masing-masing, terutama dalam hal inklusi. Satunesia memang dikenal sebagai organisasi yang sangat memperhatikan inklusi-disabilitas.

Zulfiana, yang akrab dipanggil Opi, merupakan Tuli pelukis yang telah malang melintang mengikuti berbagai pameran lukisan. Saat ini, ia merupakan mahasiswa semester 8 Seni Rupa FIB UB. Sebelum pameran lukisan ini, Opi telah mengikuti beberapa pameran lukisan di Semarang, Demak, Yogyakarta, dan Malang. Ia aktif melukis sejak kecil dan sangat tertarik dengan karya visual seperti lukisan. Sebagai Tuli, ia juga aktif di berbagai organisasi di kampus dan luar kampus seperti Akar Tuli Malang.

Selain Opi, ada pula beberapa Tuli pelukis dari berbagai daerah di Indonesia. Sesuai tujuannya, pameran dan lelang tersebut hendak mempromosikan karya, membangun solidaritas yang inklusif, dan mendorong kolektor seni lukis untuk mengenal dan mengoleksi karya-karya yang beragam.[mahali/sitirahma]