Mahasiswa UB di Singapura: Aktif Jadi Volunteer Anak Putus Sekolah

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Kal Kristopher Yonadie aktif menjadi volunteer untuk anak-anak putus sekolah dan yang memiliki masalah kesehatan mental

Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya (FEB-UB) Kal Kristopher Yonadie mendapat kesempatan berkuliah di Nanyang Technological University (NTU) Singapore selama satu semester, melalui program Indonesian International Student Mobility Awards (IISMA) dari Kemdikbudristek.

Kesempatan mengenyam pendidikan di luar negeri tidak ingin Ia sia-siakan hanya dengan berkuliah. Ia juga mencari kesibukan lain untuk meningkatkan kompetensi diri, yakni dengan aktif menjadi volunteer bagi anak-anak muda yang putus sekolah dan yang memiliki masalah kesehatan mental.

“Ada ketimpangan ekonomi yang cukup tinggi di Singapura, hingga ada beberapa anak putus sekolah. Jumlah anak broken home di sini juga tinggi. Biasanya mereka bingung apa yang mereka inginkan ke depannya. Sehingga saya tergerak untuk membantu anak-anak muda ini supaya mereka bisa mendapatkan jalan keluar yang bermanfaat untuk diri mereka,” ungkap Kal kepada Prasetya Online melalui Zoom, Senin (7/11/2022).

Kal menceritakan, melalui wadah ini Ia dan teman-temannya memberi motivasi, inspirasi, juga keahlian yang dibutuhkan untuk dunia kerja seperti barista, hairdressing, serta mendengarkan curhatan mereka.

“Sebenarnya mereka butuh teman untuk bercerita, dan saya melihat anak-anak muda ini memiliki potensi besar, sehingga kami berusaha membantu mengarahkan agar mereka tidak memilih jalan yang salah seperti menggunakan narkoba atau pergaulan buruk lainnya,” jelas mahasiswa Program Studi Akuntansi FEB-UB ini.

Mahasiswa UB Kal Kristopher Yonadie mendapat kesempatan berkuliah di Nanyang Technological University (NTU) Singapore selama satu semester melalui program IISMA

Aktif dalam kegiatan volunteer tidak lantas membuat Kal melupakan kuliahnya. Di NTU, Ia mengambil jurusan yang sama dengan di UB, yakni Akuntansi.

“Sudah menjadi mimpi saya untuk bisa merasakan berkuliah di NTU. Untuk program IISMA ini saya memilih NTU sebagai universitas pilihan pertama karena NTU sudah terkenal dengan kredibilitasnya, dan selalu berada pada peringkat atas di QS Top University,” katanya.

Ia aktif mengikuti kegiatan perkuliahan, baik lecturing dan seminary, di mana mahasiswa dituntut mengerjakan proyek setiap minggunya, seperti membuat bisnis dan analisisnya.

Kal berharap sekembalinya ke Indonesia Ia dapat menerapkan dan membagikan ilmu yang didapat dalam bidang akuntansi dan marketing. Selain itu, untuk meneruskan pengalamannya sebagai volunteer, Ia ingin bergabung dalam organisasi untuk membantu anak-anak muda yang memiliki masalah, atau bahkan dapat mendirikan sendiri lembaga sosial atau yayasan untuk membantu mereka.

“Karena saya sebagai anak muda juga pernah dihadapkan dengan masalah, untuk itu saya ingin membantu anak-anak muda agar mereka dapat mendapatkan jalan keluar terbaik, atau sekadar menjadi tempat bercerita,” pungkas Kal. [Irene]

  From Berita UB

 See also