Mahasiswa UB Bersinergi Bangun Kampung Tangguh Malang

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Mahasiswa Berpartisipasi Dalam Pembagian Lumbung Pangan Kampung LPKSejumlah mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) bersinergi membangun kampung “Cempluk” sebagai kampung tangguh COVID-19. Kampung “Cempluk” merupakan kampung tangguh pertama di Malang yang diinisiasi oleh Tim

 

 

 

 

 

Sejumlah mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) bersinergi membangun kampung “Cempluk” sebagai kampung tangguh COVID-19. Kampung “Cempluk” merupakan kampung tangguh pertama di Malang yang diinisiasi oleh Tim Satgas COVID-19 bersama Redy Eko Prasetyo.

Redy Eko Prastyo mengatakan, Kampung Cempluk dengan beragam potensi yang dimiliki bisa menjadi media pembelajaran bagi mahasiswa sesuai dengan Tri Dharma pendidikan.
Sehingga nantinya diharapkan mahasiswa bisa memberikan kontribusi kepada lingkungan dan masyarakat sekitar.

“Hari ini ada kurang lebih 54 orang mahasiswa yang turut bersinergi dengan kampung tangguh di Malang Raya. Sebanyak 19 mahasiswa diantaranya dari FKH UB yang kampusnya ada di sekitar Kampung Cempluk. Kampung Cempluk saat ini mendapat dua predikat sekaligus, yakni  kampung lingkar kampus karena area sekitar kampus UB Dieng dan program kampung tangguh binaan dari Tim Satgas COVID-19 UB.  Selain itu, ada juga  mahasiswa dari FP, FE, dan FT menginstal sistem Kampung Tangguh, membuat teknologi robot uv untuk sterilisasi ruangan, serta ruang desinfektan,” jelas Redy.Selama mahasiswa bersinergi di kampung tersebut, mereka mengimplementasikan tujuh aspek kampung tangguh yakni aspek tangguh psikologis, aspek tangguh budaya, aspek tangguh keamanan dan ketertiban, aspek tangguh informasi, aspek tangguh kesehatan, aspek tangguh logistik dan aspek tangguh sumber daya manusia.

Seluruh mahasiswa UB juga terlibat dalam kegiatan langsung bersama warga seperti membuat reportase geliat warga, membantu proses pengadministrasian distribusi, marketing online UMKM kampung tangguh dan membantu distribusi Lumbung Pangan Kampung (LPK).

Redy Eko Prasetyo sebagai penggagas Kampung Lingkar Kampus juga berharap agar kedepan UB mempunyai Pusat Studi Kampung yang bertujuan agar Pusat Studi Kampung sebagai kanal yang terintregrasi langsung dengan kampung lainya, seperti Kampung Lingkar Kampus UB serta Kampung Tangguh yang telah di inisiasi UB secara sistem. [Galang/Humas UB].