Mahasiswa Teknik Kimia Manfaatkan Logam Tanah Jarang Lumpur Lapindo Sebagai Katalis

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Semburan lumpur panas yang terjadi di salah satu titik di Kabupaten Sidoarjo, lumpur lapindo yang mulai mengalir sejak tahun 2006 hingga sekarang masih belum menemukan alih fungsi dan nilai gunanya. Pada bulan Januari 2022, beberapa peneliti perwakilan dari pihak geologi Institut Teknologi Surabaya menyatakan bahwa kandungan lumpur lapindo yang telah memiliki banyak unsur logam tanah jarang atau rare earth material yang sangat melimpah meliput unsur logam seperti Cerium (Ce), Lithium (Li), Stronsium (Sr), dan sebagainya.

Hal ini memancing inovasi baru demi menambah nilai guna dari logam tanah jarang yang berada di lumpur lapindo salah satunya yaitu cerium. Pemanfaatan cerium sebagai katalis telah diakui dapat berperan sebagai pendukung katalis yang kuat dan memiliki banyak kelebihan seperti porinya yang berjumlah banyak, sifatnya yang efektif, sifat elektroniknya, sifat redoksnya dan stabilitas termalnya. Dalam perannya sebagai pendukung katalis, logam Ce ini akan diformulasikan dengan oksigen dan direaksikan dengan Ru yang berperan sebagai bahan aktif katalis. Bahan aktif Ru akan memasuki celah-celah dari cerium untuk berikatan dan berformulasi sehingga membentuk Ru/CeO2 telah terbukti efektivitasnya mengalahkan formulasi bahan aktif lain berikatan yang dengan Ce.

Oleh karena itu, 5 mahasiswa dari Teknik Kimia Universitas Brawijaya yang beranggotakan Bagas Gilang Prayoga, Arini Nur Fauziah, Bidayatul Khoiriyah, Febriyanti Solichatu Afiyah dan Umar Khalid Zaki Abdullah, dibawah bimbingan Bapak Aji Hendra Sarosa ST. MT. menawarkan inovasi pemurnian cerium dari lapindo dan memanfaatkannya sebagai pendukung katalis yang berformulasi dengan Ru membentuk katalis Ru/CeO2.

Cerium oksida akan disintesis dari lumpur lapindo dengan melewati metode pemurnian sintesis dan beberapa uji untuk mengetahui kecocokannya sebagai katalis. Sintesis cerium dilakukan dengan beberapa rangkaian prosedur kimia yang bertujuan untuk memurnikan cerium dari bahan-bahan lain yang tidak diperlukan. Dan akan dilanjutkan dengan uji yang memiliki target-target hasil yang telah ditentukan seperti uji karakteristik, penampakan dan jangkauan efektivitasnya.

“Melihat potensinya yang dinilai dapat meningkatkan nilai guna dari lumpur lapindo sendiri, inovasi pemanfaatannya terlihat seperti sesuatu yang sangat menjanjikan, oleh karena itu kami memutuskan pengaplikasian ide ini.” ujar Bagas, selaku ketua dari tim PKM Riset Eksakta ini. Untuk kedepannya tim ini akan berjuang dengan sekuat tenaga agar dapat menuju dan meraih penghargaan pada ajang PIMNAS 35 tahun 2022.