Mahasiswa FMIPA Buat Alat Tensimeter Digital

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Desain AID

Tiga Mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) UB membuat permodelan Alat Tensimeter Digital untuk diagnosis Dini Penyakit Jantung (AID).

Artificial Intelligence based Diagnosis (AID) yang didesain Aldi Dwi Putra, Andro Syahreza, dan Ervan Andi Wijaya mampu melakukan diagnosis penyakit jantung berdasarkan detak jantung, tekanan darah dan umur, serta parameter kualitatif yang tediri dari jenis kelamin dan gejala angina saat beraktivitas.

Aldi menjelaskan metode kecerdasan buatan yang digunakan adalah metode Artificial Neural Network (ANN).

Kecerdasan buatan AID dilatih menggunakan data dari UCI Machine Learning Repository yang berisi hubungan gejala penyakit jantung dan diagnosisnya.

Setelah dilakukannya proses pelatihan didapatkan akurasi yang cukup baik yaitu sebesar 83,6%.

Hasil diagnosis akan ditampilkan dalam bentuk persentase potensi dideritanya penyakit jantung.

Jika persentase keluaran semakin tinggi maka potensi dideritanya penyakit jantung juga akan semakin tinggi dan begitu pula sebaliknya.

Jika hasil diagnosis dini dari kecerdasan buatan bernilai ≥50% maka sangat dianjurkan kepada pengguna agar segera melakukan pengecekan lebih lanjut menggunakan alat yang lebih canggih di rumah sakit.

Jika didapatkan peluang ≤49%, disarankan pengguna lebih menjaga kesehatan, istirahat yang cukup, dan melakukan olahraga rutin, jika gejala sakit dada muncul atau bertambah parah dianjurkan segera check-up ke dokter.

Aldi berharap dengan desain alat yang mereka buat bisa turut mengurangi angka kematian akibat kurangnya kewaspadaan terhadap penyakit jantung

“AID dibuat sebagai solusi dalam pemerataan fasilitas kesehatan ke seluruh wilayah Indonesia serta pengurangan jumlah kematian yang diakibatkan oleh penyakit jantung dengan cara melakukan diagnosis dini,”kata Aldi. [AlD/Humas UB].

  From Headline