Mahasiswa dan Dosen Kenalkan Pengolahan Teh Bunga Kopi

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Pelatihan Pembuatan Teh Bunga Kopi

Tim Pengabdian Masyarakat yang terdiri dari dua dosen ( Mas’ud Effendi STP, MP dan Ir. Usman Effendi MS) dan dua mahasiswa (Ravendra Pandu Rahmadhika dan Rifki Ilyas Nurrasyid) mengenalkan pengolahan teh dari bunga kopi. Pengenalan ini dilakukan untuk mengenalkan produk berbasis hasil tumbuhan kopi yang tidak terbatas pada biji kopi saja. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Asosiasi Kopi Gunung Kawi Malang yang terletak di Jl. Tempursari Wetan, Desa Sumbertempur, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Malang.

Kegiatan yang dilakukan selama kurang lebih 4 minggu yang terfokus pada kegiatan pengenalan pengolahan teh bunga kopi, diawali dengan pemberangkatan mahasiswa pada  Senin (18/07/2022).

“Pemanfaatan produk berbasis hasil tumbuhan kopi di Asosiasi Kopi Gunung Kawi Malang masih terbatas pada pemanfaatan pada biji kopinya. Untuk bunga kopi masih belum ada pemanfaatan disana, jadi dengan adanya pengenalan pada pengolahan produksi teh bunga kopi dapat meningkatkan bisnis miliki mitra,” kata Ravendra.

Penutupan Program Pengabdian Masyarakat

Pemilihan bunga kopi sebagai bahan utama pembuatan teh karena kurangnya pemanfaatan terhadap bunga kopi dan melimpahnya bahan baku tersebut pada kebun kopi. Sehingga produk teh ini berpeluang tinggi dapat meningkatkan nilai tambah dari Asosiasi Kopi Gunung Kawi Malang.

Tim Pengabdian Masyarakat juga memberikan pelatihan pembuatan teh bunga kopi kepada mitra, sehingga proses pengenalan pengolahan teh bunga kopi dapat berlangsung dengan efektif. Kegiatan ini didukung dengan program pendampingan dan konsultasi yang membuka ruang bagi mitra untuk berdiskusi terkait permasalahan selama mengolah bunga kopi menjadi teh.

Ketua Asosiasi Kopi Gunung Kawi Malang mengatakan kegiatan pengabdian masyarakat ini sangat bermanfaat sekali bagi asosiasinya.

“Dengan adanya kegiatan ini, bunga kopi yang awalnya hanya dibiarkan kering dan mengotori lahan dapat dimanfaatkan menjadi produk yang lebih bernilai tinggi. Sehingga saya ucapkan terimakasih kepada dosen dan mahasiswa yang sudah mengenalkan pengolahan teh bunga kopi ini kepada kami,”kata Takim. (*/Humas UB).

  From Berita UB