Mahasiswa Bantu Petani Kopi Atasi Permasalahan Hama dan Penyakit Tanaman

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Penyuluhan identifikasi hama serta pengendaliannya oleh Badan penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian

Sebanyak 22 mahasiswa yang tergabung dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Universitas Brawijaya (UB) melakukan sejumlah penelitian di kebun Kopi Kelurahan Gombengsari Kabupaten Banyuwangi selama 30 hari (11/7-9/8/2022).

Kegiatan penelitian dilakukan untuk mengidentifikasi hama dan penyakit pada tanaman kopi karena sering gagal panen dan terjadi penurunan kualitas produk.

Ketua Kelompok KKNT Faiz Abdillah mengatakan setelah penelitian dilakukan didapatkan hasil jenis hama dan penyakit yang menyerang tanaman kopi.

“Masyarakat Kelurahan Gombengsari Kabupaten Banyuwangi belum mengetahui bedanya hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Setelah kita lakukan penelitian dan didapatkan data, kita mengundang pemateri dari Badan Penyuluhan dan pengembangan SDM Pertanian dari Kota Maalang untuk memberikan bimbingan terkait hama dan penyakit tanaman ,”kata Faiz.

Faiz menambahkan, dari hasil penelitian dan penyuluhan yang telah dilakukan, ada output yang dihasilkan berupa teknologi pestisida alami yang diberikan ke kelompok petani kopi.

Kelurahan Gombengsari sendiri memiliki perkebunan kopi rakyat seluas 600 – 700 hektar yang setiap tahunnya mampu menghasilkan 300 – 360 kg kopi. Kelurahan Gombengsari ini berada di ketinggian 450 – 600 mdpl sehingga jenis kopi yang cocok ditanam disini adalah jenis robusta.

Oleh karena itu, produk utama dan khasnya adalah “Robusta Gombengsari”. Selain itu, peternakan kambing etawa juga menjadi daya tarik tambahan di Kelurahan Gombengsari, 70-80% warga Gombengsari berternak Kambing Etawa. 2 potensi tersebut yang selanjutnya diolah menjadi Wisata Edukasi oleh Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Gombengsari. Paket wisata edukasi tersebut berupa tour dan edukasi mengenai kebun kopi, perah dan edukasi susu kambing.

Tidak hanya kebun kopi saja, Gombengsari juga memiliki wisata alam yaitu Hutan Wisata Sumber Manis, Air Terjun Istana Goa dan Puncak Asmara. Mahasiswa KKN Brawijaya mengunjungi salah satu destinasi tersebut saat diundang dalam acara diskusi lintas universitas yang sedang melakukan kegiatan KKN juga di Gombengsari.

“Kami akan sangat terbuka mendengarkan dan mendapatkan ide dari teman teman mahasiswa untuk pengembangan Wisata di Gombengsari ini,” Pak Rahman yang merupakan Ketua Kelompok Sadar Wisata Gombengsari.

“30 hari terakhir yang kami lalui selama KKN ini tentu saja akan menjadi pengalaman yang luar biasa bagi kami,” ucap Faiz Abdillah selaku Ketua Kelompok KKNT Banyuwangi pada Pelepasan Mahasiswa KKN Brawijaya. (*/Humas UB).