Ketua DPM dan Presiden EM-UB Periode 2021 Dilantik

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Kiri-kanan: Ketua DPM Fajar Nur Ramadhan Winandi, Wakil Presiden EM Juwita Wulandari, dan Presiden EM Moh. Ali Yafie.

Rektor Universitas Brawijaya (UB) Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, AR., MS melantik Ketua Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) beserta 16 anggotanya, Presiden Eksekutif Mahasiswa (EM), serta Wakil Presiden EM, Selasa (05/04/2021). Kegiatan yang digelar secara daring dan luring di Rektorat Lantai 1 ini dihadiri Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan para staf ahli Bidang Kemahasiswaan, serta pimpinan bagian Kemahasiswaan UB.

Terpilih sebagai Ketua DPM yaitu Fajar Nur Ramadhan Winandi (Fakultas Hukum 2018), Presiden EM Moh. Ali Yafie (Fakultas Pertanian 2017), dan Wakil Presiden EM Juwita Wulandari (Vokasi 2018).

Dalam sambutannya, Rektor mengucapkan terima kasih kepada Ketua DPM dan Presiden EM periode 2020 beserta jajarannya atas hasil kerja dan pengabdian kepada UB, serta memberi ucapan selamat kepada Ketua DPM serta Presiden dan Wakil Presiden EM periode 2021. Rektor berpesan agar DPM dan EM UB berorientasi meningkatkan kualitas UB khususnya di bidang kemahasiswaan.

“UB sudah meraih peringkat dua dalam klasterisasi bidang kemahasiswaan tingkat nasional yang dirilis Kemendikbud pada tahun 2020, namun jangan puas dengan peringkat dua, insha Allah bisa jika dikerjakan bersama-sama,” kata Rektor.

Ia menambahkan, peranan mahasiswa sangat penting bagi kemajuan UB. “Saat UB berstatus PTNBH nanti, salah satu anggota Majelis Wali Amanah adalah mahasiswa. Sehingga diharapkan dapat menampung aspirasi seluruh mahasiswa untuk kemajuan UB,” ungkapnya.

Rektor juga berharap agar mahasiswa dapat meningkatkan prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional, sehingga dapat meningkatkan reputasi UB.

Ditemui usai pelantikan, Ketua DPM Fajar Nur Ramadhan Winandi menyampaikan, karena adanya perubahan komposisi anggota, maka langkah awal DPM adalah fokus pada restrukturisasi internal.

“Selanjutnya, untuk mendukung konsep state governmental study, ke depannya DPM akan lebih menekankan pengawasan EM. Semua komisi bertugas untuk pengawasan. Terkait dengan tuntutan pembentukan UKM baru, kami juga akan memfasilitasi. Jadi selain mengawasi, DPM juga akan membantu EM dalam advokasi pelayanan publik. Jadi setelah restrukturisasi internal, kita akan fokus pada gerakan ekstrenal baik untuk mahasiswa UB maupun lembaga legislatif mahasiswa nasional secara umum,” papar Fajar.

Sejalan dengan Fajar, Presiden EM Moh. Ali Yafie menuturkan, langkah awal adalah melakukan open recruitment, setelah itu bekerja sesuai dengan visi misi. Ia juga menyampaikan program unggulan yang akan dikerjakan, seperti Keluarga Mahasiswa Afirmasi, serta Kajian Perempuan.

“Mengenai program keluarga mahasiswa afirmasi, kami akan membuat komunitas beranggotakan mahasiswa afirmasi. Di dalam komunitas ini dikenalkan setiap kota dan daerah afirmasi, membahas permasalahan, serta peningkatan sumber dayanya. Sementara itu dalam program kajian perempuan, akan dibahas mengenai pemberdayaan perempuan, mulai dari keberanian untuk bersuara, hingga memperjuangkan keadilan,” jelas Moh. Ali Yafie.

Pelantikan ini disahkan dengan Surat Keputusan Rektor Nomor 1155 Tahun 2021 tentang Pengesahan Ketua dan Anggota DPM UB Periode 2021, dan Nomor 1154 Tahun 2021 tentang Pengesahan Presiden dan Wakil Presiden EM UB Periode 2021. [Irene]

  From Berita UB