K3L Hendaknya Jadi Pengetahuan Dasar Mahasiswa

Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, S.T., M.Kes.
Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, S.T., M.Kes.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo., S.Si., M.Si., Ph.D. Med.Sc. mengatakan pentingnya mahasiswa UB dibekali pengetahuan tentang Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3L). Ia menyampaikan, potensi bencana di Indonesia ini tinggi, maka penting bagai mahasiswa memiliki pengetahuan dasar K3L.

“Potensi bencana di sekitar kita sangat tinggi seperti longsor dan gempa bumi. Maka jadi penting kita memiliki pengetahun tentang kebencanaan. Sehingga adik-adik kita lulus dan bekerja di seluruh Indonesia, bisa paham. K3L semoga bisa menjadi menjadi pengetahuan penting, pengetahuan dasar,” ujarnya pada Pembukaan Kuliah Tamu Risk Assessmente Zurich, Kamis (30/5/2024), di Gedung Samantha Krida.

Disampaikan Rektor, masyarakat masih kurang peduli pada penerapan K3L. Sebagai contoh ketika membangun rumah dibangun begitu saja tanpa memperhatikan aspek K3L. Bahkan menurutnya,  setingkat pemerintah property risk assessment menjadi barang yang mewah.

Kepala Divisi K3L UB Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, S.T., M.Kes., menjelaskan bahwa tujuan K3L adalah mengurangi kecelakaan kerja, minimalisir sakit akibat suatu pekerjaan, dan meningkatkan efisiensi serta produktivitas kerja.
“Segala aktivitas yang dilakukan mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi, itu semua memiliki risiko sehingga harus melakukannya sesuai standart operasional prosedur (SOP),” jelasnya.
Ia juga mendemokan posisi duduk yang benar. Posisi tulang ekor disandarkan di kursi dengan nyaman, serta siku di atas meja.

Ir. Andry Chrisardianto, AAAIK dari Zurich Syariah mengatakan tidak sedikit ketika mereka melakukan assessment seringkali kenyataan di lapangan dengan yang dilaporkan berbeda. “Sebagai Risk Engineer itu kita berbicara apa adanya, karena kita ini independen,” ujarnya.

Risk Enginner dari Zurich Syariah ini menyampaikan kesadaran perusahaan melakukan risk assessment memang masih rendah terutama untuk perusahaan lokal. Tampak pada anggaran yang sering dipotong adalah alokasi untuk perawatan.

Safety belum dilihat sebagai sesuatu yang penting terutama perusahaan berbasis lokal. PBerbeda dengan perusahaan asing atau joint ventura,” ungkapnya.

Sedangkan pembicara lain dr. Aurick Yudha Nagara Sp.EM.,KPEC berbagi terkait kegawatdaruratan di bidang kesehatan. Ia menyampaikan salah satu programnya yakni School of CPR (Cardiopulmonary Resuscitation) bekerjasama dengan Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes). Ia berharap sasaran program ini untuk siswa kelas 5 dan 6 Sekolah Dasar (SD) sampai tingkat mahasiswa sehingga tercapai One Family One Rescuer. “Karena kita tidak tahu, kapan hal itu terjadi,” ujarnya. 

Temen Zurich sudah melakukan Risk Assessment di beberapa gedung salah satunya di Rektorat sebagai bagaian dari CSR nya. “dari situ kita tahu potensi kegawatdaruratan, kita tidak menutup kemungkinan terjadi sesuatu. karena kita tinggal di daerah yang berpotensi bencana, gempa bumi, banjir, sehingga kita bisa meminimalisir kerugian yang akan kita hadapi.

Hilman Simanjuntak, Presiden Direktuur PT Zurich General Takaful Indonesia (Zurich Syariah). Perusahaan Asuransi yang lahir di tahun 2021. Sudah melakukan spin off karena kami percaya potensi industri syariah potensinya sangat besar dan kami. kami merupakan leader di industri asuransi syariah.[sitirahma/wdd]