Jalan Sehat UB Ke 57 Hadirkan Kemeriahan Tari Brawijaya

Performa Tari Brawijaya menjadi salah satu pertunjukan pembuka dalam kegiatan Jalan Sehat Dies Natalis ke 57 UBSebanyak 17 burung jalak dilepas dalam rangkaian kegiatan jalan sehat Dies Natalis UB Ke 57. Dalam kegiatan yang bertajuk “UB mengabdi Untuk Negeri” ini, menjadi sebuah langkah awal dalam membangun sivitas akademika yang peduli akan lingkungan. Burung jalak yang dilepas tersebut menjadi penggambaran jumlah fakultas-fakultas yang berada di UB. “Burung jalak sengaja kami pilih karena saat ini populasinya sudah mulai langka, jadi dengan pelepasan kali ini diharapkan bisa memperbaiki ekosistem. Hal ini juga sebagai bagian dari kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar,” ujar Dr. Muchamad Ali Safa’at, SH., MH selaku ketua panitia Dies Natalis UB.

Pelepasan burung jalak ini menandai dimulainya gelaran acara jalan sehat UB. Ratusan peserta yang hadir mengawali jalan sehat dari depan bundaran UB hingga mengelilingi area kampus. Panitia juga telah menyiapkan pos penyerahan kupon bagi para peserta yang mengikuti jalan sehat. Mereka dapat mengumpulkan kupon yang nantinya akan diundi untuk mendapatkan 94 doorprize. Hadiah utama yang disediakan adalah sepeda motor, sepeda gunung, kulkas, mesin cuci, televisi, hingga paket umroh. Selain pengundian doorprize, para sivitas akademika juga dihibur oleh artis kondang Didi Kempot dengan lagu lagu hits-nya yang saat ini sedang digemari banyak kalangan masyarakat.

Dalam perayaan Dies Natalis kali ini, mahasiswa dari UKM Unit Karawitan dan Tari (Unitantri) UB untuk pertama kalinya mempersembahkan “Tari Brawijaya”, sebuah tarian yang dibuat sebagai perlambangan dari Universitas Brawijaya. Tarian ini memiliki makna yang cukup erat dengan perjalan sejarah dan perkembangannya di era sekarang, tari Brawijaya juga merefleksikan persatuan bumi nusantara dibawah masa kerajaan raden Wijaya. Ide pembuatan tari Brawijaya ini sebenarnya sudah lama, bahkan selama 4 bulan berjalan mahasiswa tari terus melakukan latihan secara rutin. Tari ini menggambarkan kondisi Indonesia yang beberapa kali diguncang persoalaan namun bisa diselesaikan secara damai.

Rektor Prof. Dr. Ir. Nuhfil Hanani, A.R.,M.S. mengungkapkan dengan bertambahnya usia, UB diharapkan mampu mencapai target yang sudah ditentukan. “Peringatan Dies Natalis kali ini juga menunjukkan kekompakkan kita karena alumni, tendik, dan partner dari luar negeri datang semua. Saya berharap di tahun 2024 kita bisa meraih peringkat 500+ dunia,” katanya. [Oky Dian/Humas UB]

  From Berita UB