Integrasikan Data, Kemahasiswaan UB Luncurkan SIBEA dan SIPMA

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Untuk mengintegrasikan informasi beasiswa dan prestasi bagi mahasiswa, Kemahasiswaan Universitas Brawijaya meluncurkan Sistem Informasi Beasiswa dan Sistem Informasi Prestasi Mahasiswa (SIBEA dan SIPMA). Peluncuran ini dilaksanakan pada Jumat (28/7/2022) di Gedung Widyaloka, Universitas Brawijaya. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Eksekutif Mahasiswa dan Badan Ekesekutif Mahasiswa fakultas serta operator kemahasiswaan fakultas.

Kedua aplikasi ini, menurut Prof. Dr. Drs. Abdul Hakim , M.Si. selaku Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, merupakan cita-cita pelayanan kemahasiswaan. “Kompas hari ini, headlinenya membahas tentang penurunan kemampuan orang tua untuk membiayai anak-anaknya kuliah. Target kami di Kemahasiswaan ada 135 milyar untuk beasiswa, dari seluruh sumber beasiswa”, jelasnya.

SIBEA, menurut Hakim, akan mendata permohonan kebutuhan beasiswa, termasuk pengajuan KIP Kuliah. “Selain KIP K, ada juga beasiswa dari daerah 3T, ada pula beasiswa khusus afirmasi untuk mahasiswa dari Papua, baik yang SMA di Papua atau yang SMA di luar Papua, dan ini adalah alokasi dana APBN dari pemerintah untuk semua ini,”jelasnya.

Selain itu, ada pula penawaran beasiswa dari pemerintah daerah, seperti DKI Jakarta dan Jawa Barat. Hal ini, imbuhnya, peminat UB dari Jabodetabek dan Jawa Barat mendominasi. “Melalui SIBEA, fakultas tidak lagi mengirimkan dalam bentuk cetak, tapi bisa mendapat beasiswa apa saja yang ditawarkan. Karena prinsip kami, tidak boleh ada satu pun mahasiswa UB yang tidak bisa kuliah karena tidak punya biaya”, jelasnya.

Alokasi dana beasiswa dari UB sendiri, jelas Hakim, bersumber dari berbagai cara, salah satunya adalah dana Yayasan Universitas Brawijaya Abadi, dan melalui BAZIS UB. Yayasan UB Abadi telah menawarkan dana beasiswa dan di priortaskan untuk mahasiswa tingkat akhir yang kesulitan biaya. Advokasi dari mahasiswa oleh BEM fakultas berperan penting untuk penyaluran beasiswa dengan tepat, melalui SIBEA.

Selain SIBEA, ada pula SIPMA yang mencatat prestasi mahasiswa. “UB hanya juara di IKU 1 dengan indikator prestasi mahasiswa. Pencatatan kegiatan mahasiswa, menurut Hakim, juga menyumbang posisi dalam pencapaian Indikator Kinerja Utama 2, mengenai kegiatan mahasiswa. Data di SIPMA akan terintegrasi pada data SISTER dosen pembimbing”, jelasnya.

Tahun 2022, Hakim menargetkan 7000 mahasiswa yang aktif berkegiatan. Kedua sistem ini penting untuk menunjang kinerja sekaligus membantu peningkatan peringkat UB dalam Indikator Kinerja Utama 1-8.

Sistem informasi, menurut Ilhamuddin Nukman, S.Psi., M.A selaku Ketua Pusat Kesejahteraan dan Kewirausahaan Mahasiswa, merupakan suatu keniscayaan saat ini. “Tujuannya adalah untuk simplifikasi sistem proses yang dilakukan selama ini, kami menemukan pola beberapa hal yang dapat memudahkan proses pengajuan beasiswa maupun pendataan reward mahasiswa yang berprestasi”, jelasnya.

SIBEA, menurut dosen prodi Psikologi ini, ditujukan untuk mencegah proses pendanaan beasiswa ganda. “Hal semacam ini, dapat dikurangi dengan penerapan penyaluran beasiswa dengan tepat. Proses pengecekan penerima beasiswa dapat dilakukan secara rinci melalui SIBEA”, imbuhnya. Posisi BEM dan EM, menurut Ilham, merupakan mitra kerja strategis dalam penentuan penerima beasiswa.

Sedangkan SIPMA, jelas Ilham, berkorelasi dengan SIBEA. “Penerima beasiswa dipilihkan mahasiswa berprestasi dan juga aktivis organisasi. Prestasi mahasiswa yang semakin banyak, maka rewardnya juga akan semakin besar. Kedua sistem ini akan memudahkan kinerja operator di fakultas agar tidak ada data yang berbeda dengan di Rektorat”, ujarnya.