Inovasi Biopestisida Berbasis Tiga Limbah Nabati, Solusi Penekanan Kegagalan Panen Karya

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Salah satu kelompok yang lolos pendanaan dari Universitas Brawijaya (UB) diantaranya tim dengan bidang Riset Eksakta (RE) dari Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik (FT). Biopestisida ‘Tricho Waste” merupakan inovasi biopestisida dari kombinasi ekstrak puntung rokok, kulit jeruk keprok, dan daun pepaya california. Inovasi ini diteliti oleh Tim Tricho Waste yang terdiri dari Reyna Fauziah Dwi Cahyani, Tryas Jelita Jasmine, Yuwanda Ditia Isanabila, Fuad Nur Athif,  Naufal Baariq yang dibimbing oleh Ir. Bambang Ismuyanto, M.S., IPM yang ahli dalam peminatan hayati.

Inovasi tersebut dilatarbelakangi oleh problematika tahunan pada sektor pertanian dan lingkungan, yakni kegagalan hasil panen karena hama dengan persentase 30-40%. Problematika ini umumnya dapat diselesaikan dengan penggunaan pestisida kimia. Sayangnya, penggunaannya pun dapat menyebabkan pencemaran lingkungan, meningkatkan resistensi hama, meninggalkan residu yang berbahaya bagi konsumen, dan harganya yang kurang terjangkau. Tim Tricho Waste pun berinisiatif untuk menciptakan inovasi biopestisida berbahan limbah nabati dengan rasio yang paling optimal sebagai solusi dari kegagalan hasil panen yang dapat menutupi kelemahan dari pestisida kimia.

Sesuai dengan slogan Tim Tricho Waste, “Sekali semprot, sehat kemudian”, menjadi motivasi Tim Tricho Waste selama melaksanakan rangkaian penelitian selama empat bulan lamanya. Besar harapan Tim Tricho Waste melalui penelitian ini sebagai sumbangsih dalam meminimalisir kegagalan panen juga meningkatkan ketahanan pangan Indonesia.[pkmre/rs/sitirahma]