GETAS, Aplikasi Untuk Lestarikan Sungai Brantas

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Masalah kebersihan lingkungan di tanah air terus meningkat seiring dengan pertambahan penduduk setiap tahunnya. Termasuk di dalamnya masalah kebersihan sungai. Hal ini dikarenakan oleh banyak hal, salah satunya karena kurangnya kesadaran masyarakat tentang pelestarian alam dan pentingnya pengelolaan serta pembuangan sampah yang benar.

Untuk memberikan solusi atas hal tersebut, maka tim dosen mengabdi Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FILKOM dan FT UB) membuat aplikasi Geotagging Brantas (GETAS) sebagai upaya untuk melestarikan sungai Brantas. Mereka adalah Dr. Eng., Herman Tolle, ST., MT. (ketua tim), Muhammad Aziz M., ST., MT., PhD., Raden Arief Setyawan, ST., MT., Lutfi Fanani, SKom., MT. dan Ratih Kartika Dewi, ST., MKom.

Herman mengatakan GETAS merupakan aplikasi untuk melakukan monitoring sungai Brantas berbasis teknologi mobile social crowdsource. Dengan aplikasi ini maka kebersihan sungai Brantas dapat dimonitor berdasarkan laporan masyarakat yang dikirimkan melalui aplikasi. Laporan tersebut kemudian dapat dilihat dan dipantau oleh pemerintah maupun warga masyarakat lainnya.

Disampaikan Herman bahwa aplikasi GETAS ini telah disosialisasikan kepada pemerintah Kota Batu dan Kepolisian Resort (Polres) Kota Batu dalam kegiatan Sabers Pungli, Zero Waste Program pada Sabtu (3/10/2020). Daalm acara tersebut diadakan kegiatan bersih – slametan sumber mata air, sarasehan kelola sampah dan ngobrol pintar.

Meski demikian hingga saat ini aplikasi GETAS masih dalam proses penyempurnaan. Namun harapannya usai pengembangan aplikasi GETAS dapat di launching di google play store agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat yang lebih luas. [dna/Humas UB]

  From Headline