FKG dan Klinik Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut Lansia

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Kompartemen IPM FKG UB bekerjasama dengan Klinik UB selenggarakan pengmas edukasi dan pemeriksaan gigi mulut lansia.

Kompartemen Ilmu Penyakit Mulut (IPM) Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Brawijaya (FKG UB) bekerjasama dengan Klinik UB menyelenggarakan pengabdian masyarakat dengan fokus pada edukasi dan pemeriksaan gigi mulut lansia. Kegiatan ini digelar Sabtu (17/06/2023), di Klinik UB.

Ketua Pelaksana drg. Lukman Hakim Hidayat, Sp.PM menyampaikan, kegiatan ini untuk memberi edukasi mengenai pentingnya perawatan gigi dan mulut yang baik pada usia lanjut.

“Lansia seringkali menghadapi tantangan dalam menjaga kesehatan gigi mereka, sehingga perlu pemahaman yang benar tentang perawatan yang tepat untuk menghindari masalah kesehatan gigi yang serius,” ujar Lukman.

Pada kesempatan ini tim dari Kompartemen IPM FKG UB, yang terdiri dari dokter gigi dan mahasiswa, memberikan materi pentingnya menjaga kebersihan gigi dan gusi, teknik menyikat gigi yang benar, serta pentingnya mengunjungi dokter gigi secara rutin. Kegiatan ini juga dihadiri anggota Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Klinik UB sebagai upaya meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup lansia di wilayah sekitar.

“Semua materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami agar lansia dapat dengan mudah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” kata Lukman.

Selain edukasi, acara ini juga menyediakan pemeriksaan gigi dan mulut secara gratis. Tenaga medis memberikan pemeriksaan yang komprehensif untuk mendeteksi masalah gigi seperti kerusakan gigi, penyakit gusi, dan infeksi lainnya. Setelah pemeriksaan, lansia diberikan saran dan rekomendasi perawatan yang sesuai dengan kondisi gigi dan mulut mereka.

Salah satu anggota Prolanis Bapak Juandi mengapresiasi kegiatan ini. “Kesehatan gigi yang baik berdampak positif pada kualitas hidup lansia. Dengan adanya acara seperti ini, kami berharap lansia dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan mulut dan melakukan pemeriksaan rutin untuk mencegah masalah yang lebih serius,” ujar Juandi.

Kegiatan ini dikemas dengan acara yang menarik dengan menggandeng beberapa pendukung acara yang menambah antusiasme peserta. Salah satunya, proses edukasi sebelum pemeriksaan rongga mulut dengan menggunakan teknologi Artificial Intelligence.

Direktur Klinik UB drg. Miftakhul Cahyati, Sp.PM berharap kerja sama antara FKG UB dan Klinik UB dapat berkelanjutan.

“Kami harap kegiatan ini dapat diadakan secara rutin setiap tahun, dan ke depannya dapat juga dilaksanakan di Klinik UB Dieng, sehingga target peningkatan kesehatan gigi dan mulut pada lansia dapat tercapai,” pungkasnya. [LHH/Irene]