Fillet, Filter Limbah Dan Pendeteksi Mutu Air Berbasis Teknologi 4.0

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Tiga orang mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Bucika Hasanah Putri, Ihda Zulvia Nur Mawaddah dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, dan Figo Ramadhan Hendri (Filkom) membuat desain inovasi alat penyaring limbah dan pendeteksi mutu air berbasis teknologi 4.0 atau Fillet.

Bucika mengatakan Fillet digunakan untuk menyaring air limbah pada budidaya udang sehingga air limbah yang pada umumnyaa dibuang ke sungai dan menimbulkan pencemaran justru dapat dimanfaatkan kembali.

“Umumnya para petambak udang melakukan pengontrolan kualitas air secara manual seperti pengukuran oksigen terlarut, suhu dan pH. Namun pemakaian teknologi filter air berdasarkan recirculation aquaculture system dengan sensor mutu air yang terintegrasi dengan teknologi masih belum ada pada budidaya udang,”katanya menjelaskan.

Teknologi Fillet mempunyai kelebihan dalam menjaga kualitas air limbah sehingga tidak melebihi dari baku mutu yang ditentukan serta dapat dikontrol dengan menggunakan smartphone atau layar pemantauan secara real time.

Fillet dirancang dengan menggunakan empat susunan wadah filter yang tersusun secara vertikal sehingga tidak membutuhkan tempat yang luas serta memiliki biaya operasional yang murah.

Komponen filter terdiri dari jaring-jaring, batu-batu zeolit, bioball, lampu sinar ultra violet, serta sensor yang dapat memberikan informasi mengenai kualitas air kepada para pembudidaya sehingga memudahkan proses monitoring kualitas air budidaya.

Selain itu, komponen sensor monitoring kualitas air dirancang dalam ukuran yang kecil agar mempermudah penggunaan dan dapat digunakan pada waktu dan tempat yang diinginkan.

Bucika berharap penggunaan Fillet dapat mengatasi keterlambatan dalam pembersihan atau penggantian filter sehingga mengurangi dampak menurunnya produksi udang yang akan dihasilkan. [BHP/Humas UB].

 See also