FH Selami Demokrasi Kontemporer Indonesia Melalui Kuliah Tamu dengan Leeds University

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Associate Professor Adam Tyson dari Leeds University, Inggris saat memberikan materi kuliah tamu

Fakultas Hukum Universitas Brawijaya (FH UB) menggelar kuliah tamu bertema “Democracy & Contemporary Indonesia” yang menghadirkan Associate Professor Adam Tyson dari Leeds University, Inggris sebagai pembicara.

Acara yang diselenggarakan pada tanggal 28 Mei 2024 di Auditorium Lantai 6 Gedung A FH UB ini merupakan bagian dari program kerja International Relation Office (IRO) FH UB dalam penyelenggaraan seminar Internasional Hukum Tata Negara yang fokus pada demokrasi.

Dalam materinya, Prof. Tyson membahas beberapa topik penting mengenai demokrasi, termasuk definisi, cara kerja, dan kondisi demokrasi di dunia saat ini. Kuliah ini memberikan pengetahuan kepada mahasiswa untuk mendalami isu-isu demokrasi dalam konteks global dan di Indonesia.

kuliah tamu dengan tema “Democracy & Contemporary Indonesia” yang diselenggarakan di Auditorium Lantai 6 Gedung A FH UB

Prof. Tyson memulai kuliahnya dengan membahas definisi dasar demokrasi. Menurutnya, esensi demokrasi terletak pada partisipasi aktif warga negara dalam proses politik dan pemerintahan yang transparan serta akuntabel.

“Demokrasi adalah sistem pemerintahan yangmana kekuasaan politik berada di tangan rakyat, baik secara langsung maupun melalui wakil-wakil yang dipilih secara bebas,” jelasnya

Dalam penjelasannya tentang cara kerja demokrasi, Prof. Tyson menekankan pentingnya institusi yang kuat dan independen.

“Demokrasi berfungsi melalui seperangkat institusi seperti parlemen, sistem peradilan, dan media yang bebas. Semua ini harus bekerja sama untuk memastikan pemerintah bertanggung jawab dan hak-hak warga negara terlindungi,” tambahnya.

Salah satu topik yang paling menarik perhatian adalah diskusi mengenai penurunan demokrasi secara global. Prof. Tyson mengamati adanya tren mengkhawatirkan di berbagai negara di mana institusi demokratis dilemahkan dan hak-hak sipil dikurangi.

“Kita sedang melihat fenomena yang disebut sebagai ‘democratic backsliding’ di banyak negara, di mana pemerintah yang terpilih secara demokratis perlahan-lahan mengikis kebebasan sipil dan kekuasaan hukum. Ini adalah tantangan besar bagi semua negara demokratis, termasuk Indonesia, untuk tetap waspada dan menjaga nilai-nilai demokrasi,” katanya. (Rma/Humas FH UB/OKY/Humas UB)