Ekspedisi Brawijaya Berdayakan Masyarakat Desa Marga, Sultra

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Ekspedisi Brawijaya Berdayakan Masyarakat Desa Marga, Sultra

Tim Ekspedisi Brawijaya, yakni 10 mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) yang melakukan pengabdian masyarakat di Desa Marga Karya Sulawesi Tenggara (Sultra) telah menyelesaikan program pada tiga divisi, yakni pendidikan, pertanian, dan peternakan. Program pengabdian kepada masyarakat di wilayah terdepan dan terluar Indonesia ini dilakukan selama 10 hari, (16-25/10/2023).

Pada divisi pendidikan, tim melakukan edukasi dan fun learning di SD, SMP, dan SMA di Desa Marga Karya. Tim mengangkat berbagai tema pelajaran, seperti Public Speaking dan Pelopor Pelapor.

“Kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan softskill siswa yakni public speaking dan critical thinking. Salah satu materi yang disampaikan adalah Berani Bicara, dimana siswa diajak untuk bisa menyampaikan isi pikirannya,” ujar Ketua Tim Ekspedisi Afiefa Ningrum Agiskha Putri.

Untuk program Pelopor Pelapor, siswa diajak untuk menemukan, mencari dampak, dan solusi dari permasalahan bullying menggunakan metode Forum Group Discussion (FGD).

Tim Divisi Pendidikan juga berupaya memberi edukasi non-formal kepada masyarakat mengenai permasalahan yang sedang dihadapi melalui kegiatan sarasehan dengan konsep Discussion Based Learning yakni diskusi langsung bersama masyarakat. Siswa juga diajarkan melakukan kebiasaan hidup sehat melalui materi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta melakukan praktik mitigasi bencana kegempaan mengingat kawasan Buton Utara merupakan wilayah rawan gempa.

Tidak kalah penting, tim membuka Klinik Karir di Balai Desa Marga Karya. Kegiatan ini bertujuan membantu individu dalam mengembangkan keterampilan dan persiapan karir pasca kelulusan sekolah. Kegiatan ini berfokus kepada anak remaja khususnya siswa kelas 12 dan lulusan baru.

Pada divisi peternakan, tim memberi penyuluhan pakan ternak dan demonstrasi pembuatan silase bersama para peternak di Desa Marga Karya, merumuskan program kerja penyuluhan pakan dan penanaman Leguminosa jenis Kaliandra. Materi yang disampaikan berupa penjelasan tentang kebutuhan nutrisi pada ternak Ruminansia, serta permasalahan dan solusi di sektor peternakan khususnya di Desa Marga Karya.

Tim Divisi Peternakan juga melakukan program kerja penanaman hijauan pakan ternak/Leguminosa di pekarangan/kebun Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Desa Marga Karya.

“Kabupaten Buton memang memiliki area hutan yang luas, namun beberapa tanaman yang unggul dijadikan sebagai pakan ternak masih langka, sehingga perlu dilakukan penanaman bibit Leguminosa dengan memanfaatkan pekarangan rumah warga di Desa Marga Karya,” ungkap Afiefa yang akrab disapa Arum ini.

Sementara itu pada Divisi Pertanian, tim mensosialisasikan penyuluhan pertanian dan pembuatan Biosaka serta pengenalan Hidroponik. Inisiasi kegiatan sosialisasi dilakukan menimbang penggunaan pupuk kimia yang dapat merusak lingkungan dan harganya yang mahal sehingga diperlukan pembuatan pupuk organik sebagai solusi yang paling tepat, berbagi ilmu dan pengalaman melalui diskusi pertanian, pengenalan efisiensi Hidroponik untuk mengatasi gagal panen akibat hama babi hutan dan sebagai bentuk inovasi media tanam yang mampu membudidayakan jenis tanaman lebih banyak lagi.

Pertanian adalah sektor penting dalam perekonomian dan kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun, untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas pertanian serta upaya yang konkrit dalam mengatasi permasalahan hama berupa gangguan dari babi hutan terhadap tanaman mayarakat, penting untuk memahami kondisi pertanian secara mendalam.

“Oleh karena itu, teknologi Hidroponik merupakan inovasi yang tepat dalam bercocok tanam tanpa menggunakan tanah, yang dapat mengoptimalkan penggunaan sumber daya dan meningkatkan hasil panen,” kata Arum.

Dosen pendamping Syariful Muttaqin, Ph.D menceritakan, Tim Ekspedisi juga kerap melakukan diskusi santai dengan masyarakat dan pelajar sekitar membahas rencana pembangunan dan pengembangan Pondok Pesantren Bahrul Ulum dan Desa Marga Karya.

Memperingati Hari Santri, Tim Ekspedisi Brawijaya mengikuti kegiatan upacara bendera di Lapangan Pondok Pesantren Bahrul Ulum. Kegiatan ini dihadiri oleh masyarakat, Santri Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Perangkat Desa Marga Karya dan Kecamatan Kulisusu Barat, dan lainnya.

Mereka juga turut serta meramaikan kegiatan perlombaan Syahril Qur’an, tilawah, serta menjadi juri dari kegiatan Syahril. Tim Ekspedisi Brawijaya putri juga berkesempatan mengunjungi santri putri Pondok Pesantren Bahrul Ulum.

Melalui program ekspedisi mengajar dan sosialisasi di daerah 3T Indonesia, Sulawesi Tenggara, tim berharap program ini dapat memberikan setiap anak kesempatan untuk mendapatkan pendidikan yang lebih setara dan berkualitas.

“Di bidang Pertanian dan Peternakan, harapan kami adalah kegiatan sosialisasi dapat membantu memberdayakan masyarakat dengan pengetahuan baru, keterampilan, dan pemahaman, meningkatkan kualitas hidup mereka. Inisiatif lokal seperti proyek hidroponik yang kami jalankan bersama warga diharapkan dapat terus berkembang dan berlanjut,” pungkas Arum.  [Irene]