Dosen FH Sampaikan Edukasi Hukum di SMKN 6 Malang

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Pengabdian Masyarakat Dosen FH UB bertempat di SMKN 6 Malang pada Jumat, 13 Oktober 2023

 

Dosen Fakultas Hukum Universitas Brawijaya menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa penyuluhan hukum di SMKN 6 Malang pada Jumat, 13 Oktober 2023 lalu. Pengbdian masyarakat tersebut dilakukan oleh Ranitya Ganindha, S.H., M.H. dengan melibatkan tim mahasiswa FH UB yakni Endrianto Bayu Setiawan (2020), Tia Rizki Febrianti (2020), dan Andaru Sulaksono Aji (2020).

Materi yang dibawakan dalam Penyuluhan Hukum ini tentang hak-hak pekerja magang serta mengenai pencegahan perundungan di sekolah. Dilaksanakannya pengabdian masyarakat tersebut merupakan bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dilakukan dengan membangun kolaborasi bersama SMK Negeri 6 Malang.

Partisipan yang hadir dalam penyuluhan hukum ini yaitu siswa siswi kelas sebelas SMKN 6 Malang yang akan melaksanakan kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL). Kegiatan ini diharapkan mampu memberikan pemahaman kepada para murid mengenai hak pekerja yang harus mereka dapatkan pada saat melaksanakan PKL serta bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk mencegah tindakan perundungan di lingkungan sekitar biar tidak terjadi.

Agenda diawali dengan sambutan oleh Drs. Mohammad Taufik, M.Pd. selaku Kepala Sekolah SMKN 6 Malang. Beliau menyampaikan bahwa mengetahui hak-hak dan perlindungan hukum bagi pekerja magang merupakan suatu hal yang penting bagi siswa SMKN 6 Malang, khususnya yang sebentar lagi akan mengikuti kegiatan magang atau PKL.

“Saya berharap murid-murid semua dapat memahami dan mengikuti kegiatan penyuluhan ini dengan baik, agar dapat mengetahui hak-hak pekerja magang, terutama saat nantinya melaksanakan PKL,” ujar Drs. Mohammad Taufik dalam sambutannya.

Kegiatan kemudian dilanjutkan pada pemaparan materi mengenai hak pekerja magang dan kaitannya dengan pencegahan perundungan. Ranitya Ganindha selaku Ketua Tim Pengmas menyebut bahwa pekerja magang rentan mendapatkan perlakuan yang tidak sesuai dengan hak-hak pekerja magang. Padahal hak-hak pekerja magang telah dijamin oleh hukum melalui perangkat undang-undang dan peraturan sektor ketenagakerjaan. Hal itu karena menurutnya pekerja magang merupakan bagian dari ketenagakerjaan.

“Teman-teman yang akan melaksanakan PKL harus mengingat bahwa terdapat hak-hak pekerja magang yang harus dipenuhi oleh instansi tempat magang, karena hal itu merupakan hak yang dijamin undang-undang,” ucap Ranitya Ganindha saat mempresentasikan materi penyuluhannya.

Penyuluhan hukum yang dilakukan oleh Tim Dosen yang diketuai Ranitya Ganindha, S.H., M.H.

Selain mengulas tentang hak-hak pekerja magang, Ranitya Ganindha juga menyebut bahwa para pekerja magang rentan mengalami tindakan perundungan di tempat magang karena adanya relasi kuasa, sehingga perlu menyadari tindakan-tindakan yang termasuk dalam kategori bullying untuk mencegah terjadinya praktik perundungan.

Kegiatan berlangsung interaktif yang terlihat dari partisipasi para murid saat sesi tanya jawab dan diskusi selama penyuluhan hukum berlangsung. Antusiasme peserta tersebut karena siswa siswi banyak yang tertarik dengan masalah hak-hak para pekerja dan masalah perundungan. Misalnya siswa bernama Galuh yang menanyakan langkah-langkah yang harus dilakukan ketika melihat atau menjadi korban perundungan.

Sesi diskusi bersama para siswa SMKN 6 Malang
Diselenggarakannya penyuluhan hukum ini di SMKN 6 Malang diharapkan mampu memberikan dampak positif dan membentuk kesadaran para murid mengenai hak-hak dasar yang harus mereka peroleh selama pelaksanaan magang atau PKL. Dengan mengetahui hak-hak mereka maka akan tahu langkah apa yang dilakukan untuk mendapatkan haknya tersebut. (HumasFH)