Dorong sebagai Ikon Hutan Pendidikan, Divisi K3L UB Adakan Monev di UB Forest

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Monitoring dan Evaluasi K3L di UB Forest
Monitoring dan Evaluasi K3L di UB Forest

Tim Divisi Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup Universitas Brawijaya (K3LH UB) mengadakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di UB Forest. Lokasi ini merupakan hutan pendidikan milik UB yang terletak di desa Sumbersari dan Sumbersekar, di lereng Gunung Arjuna, Jawa Timur, Jumat (7/6/2024).

Kesehatan, Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup (K3LH) merupakan konsep yang sangat penting di dunia kerja, yang bertujuan untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja dan melindungi kesehatan para pekerja ditempat lingkungan kerjanya.

Kepala Divisi K3L UB, Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, M.Kes menerangkan. “K3L merupakan kegiatan dimana setiap aktifitas manusia bekerja mempunyai resiko bahaya, baik aktifitas diruangan maupun luar ruangan”, katanya.

Selain di perkantoran, salah satu lingkup luaran lingkungan kerja karyawan Universitas Brawijaya adalah berada di UB Forest, hutan pendidikan yang terletak di lereng Gunung Arjuno dengan luas hutan sekitar 554 hektare.

Sebagai salah satu yang terlibat untuk meminimalkan terjadinya resiko bahaya, K3L melakukan monitoring dan evaluasi (Monev) untuk wujudkan Keselamatan pekerja disektor Kehutanan di lingkup UB Forest.

Aspek yang perlu dilihat, menurut Qoqom, antara lain adalah sumberdaya manusia. “Perlu adanya assesment apakah skillnya sesuai, perlunya Alat Pelindung Diri (APD), bagaimana peran pimpinan untuk menjaga semuanya: tanah, air, pohon, flora–fauna dan semua yang ada di dalamnya mempunyai resiko dan dampak lainnya”, jelasnya.

Beliau menerangkan perlunya adanya rambu-rambu sebagai bentuk edukasi meminimalkan terjadinya bencana seperti kebakaran, tanah longsor, pohon tumbang, dan perlunya safety dan perlu adanya meeting pimpinan pusat sampai bawah supaya terkordinasi dengan bagus.

Dalam kegiatan tesebut dijelaskan monev ini dilakukan secara berkala, “Setelah Assesment awal, selanjutnya dimonitoring, apakah Assesment itu sudah ditindaklanjuti pihak UB Forest, dan monitoring ini untuk melihat apakah sudah jalan atau belum. Kalau sudah bagaimana pelaksanaannya,” terangnya lagi.

UB Forest yang merupakan aset Universitas Brawijaya yang nanti harapannya bisa produktif dan bisa menjadi Ikon. Untuk itu, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan perawatan, nah maintenance ini dilakuan secara berkala untuk meminimalkan resiko terjadinya kebakaran, tanah longsor, pohon tumbang, adanya reboisasi untuk menjaga keberlanjutan ekosistem dan kelestarian.

Tim K3L
Tim K3L

Prof. Qoqom berharap koordinasi yang bagus dan efektif antara UB Forest dengan K3L dan divisi-divisi terkait saling mempunyai rasa memiliki,dan saling merawat. ” Penerapan 5R, Ringkas, Rapi, Resik, Rawat, dan Rajin ini adalah hal sangat diperlukan, dimana UB Forest merupakan aset penting untuk dijaga dan dilestarikan sebagai hutan pendidikan, hutan riset, sebagai unggulan dan dimana UB memiliki Hutan yang sangat berkonstribusi kedunia terutama oksigennya dan bermanfaat membawa kemaslahatan untuk umat”, pungkasnya.
(KAN/VQ/humas)