Dorong Kemandirian Masyarakat Difabel, Dampingi Pengolahan Produk Turunan Jambu Merah

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Brawijaya (UB), dengan prodi yang berbeda-beda, yaitu Hilmi Alwan Husain (Ekonomi Islam), Hamdan Fuadi (Ekonomi Islam), Lintang Ayu Dyah Choirunnisa (Akuntansi), Shahrul Hazni (Manajemen) , dan Aisyah Chairina (Akuntansi). Tim ini berfokus pada pemberian pelatihan pengolahan buah jambu untuk diolah menjadi produk ekonomis guna meningkatkan kemandirian dalam berwirausaha dengan seluruh peserta yang ikut dalam pelatihan ini adalah masyarakat difabel. Program yang tim bawakan berjudul ‘’Disability Environment Entrepreneurs: Inovasi Program Kewirausahaan sebagai Pemberdayaan Kaum Difabel Berbasis Green Economy’’.

Program ini berfokus pada pelatihan pengolahan buah jambu menjadi produk turunan, diantaranya yaitu Selai Jambu, tote bag dengan teknik ecoprint menggunakan motif daun jambu yang dikombinasikan dengan daun lainnya. Selain itu, tim juga memberikan pelatihan pembuatan pupuk organik dengan memanfaatkan jambu busuk dan sampah organik rumah tangga lainnya sebagai makanan maggot, lalu hasil dari sisa sisa makanan ulat maggot tersebut dimanfaatkan untuk pupuk.

Di akhir program, tim juga memberikan pelatihan terkait tata cara digital marketing yang baik agar produk yang dihasilkan dari pelatihan dapat menjangkau pasar secara tepat. Bentuk digital marketing yang tim berikan berupa tata cara penjualan online melalui Shopee dan Instagram. Tim juga memberikan cara memasukkan alamat toko di google maps agar dapat diketahui masyarakat luas. Tentunya tim juga memberikan buku pedoman kepada para difabel terkait pelatihan-pelatihan yang pernah tim berikan agar dapat membantu mereka dalam menerapkannya di kehidupan sehari-hari.

Produk turunan yang dihasilkan dari program ini memiliki keunggulannya tersendiri misalnya produk selai jambu yang rendah kalori karena menggunakan daun stevia untuk pemanis sehingga tidak menggunakan gula. Selain itu, pada pembuatan tote bag ecoprint dengan teknik Steam menggunakan mordan sehingga bahan, warna, dan motif yang dihasilkan dapat terlihat dan terbentuk dengan baik serta menarik saat dilihat. Selain kedua produk tadi, ada juga, pembuatan pupuk organik dipilih sebagai pemanfaatan buah jambu yang sudah tidak layak dimakan dan sampah organik rumah tangga agar tidak terbuang sia-sia. Kelima anggota TIM PKM Disability Environment Entrepreneurs Berharap program ini dapat bermanfaat dan berdampak positif bagi masyarakat disabilitas Desa Gunungsari, Kecamatan Tajinan, Malang, sehingga dapat meningkatkan pendapatan melalui kemandirian dalam membuat produk yang memiliki nilai jual lebih. [pkmpm/rs/oki]