Atasi Penyakit Surra pada Sapi dengan Lumut Kerak

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Peternak sapi di Indonesia umumnya masih menggunakan sistem pemeliharaan yang tradisional. Termasuk dalam penerapan manajemen kandang yang buruk dan kurang memperhatikan kebersihannya. Padahal kandang kotor dapat mengundang lalat sebagai sumber penyakit.

Ada jenis lalat yang berbahaya bagi ternak yaitu lalat pengisap darah, yang bertahan hidup mengisap darah dari inangnya. Pada beberapa kasus kronis hama ini dapat menyebabkan stres sehingga menurunkan produktivitas ternak.

Selain itu lalat pengisap darah juga merupakan vektor penyebar penyakit infeksi darah (surra). Sapi yang terinfeksi akan mengalami gejala peningkatan suhu tubuh tinggi, kehilangan berat badan, anemia, dan terkadang dengan gejala syaraf. Apabila tidak ditangani mengakibatkan kematian, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi bagi peternak.

Selama ini sebagai pengobatan peternak menggunakan obat Trypanocidal, seperti surramin, diminazeneacceturate, danisomedium. Namun berdasarkan data Balai Penelitian Veteriner (Balitvet) Bogor, ternak yang terjangkit surra justru resisten terhadap isometamedium atau diminazenazeturate. Maka perlu dilakukan penemuan obat baru yang mampu mengobati penyakit surra.

Melihat peluang tersebut mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Brawijaya (Fapet UB) bersama dosen pembimbing Asri Nurul Huda S.Pt., MP., M.Sc. mengkaji senyawa aktif asam usnat yang terkandung dalam lumut kerak (lichen usnea sp). Yakni salah satu organisme dari simbiosis fungi dan alga yang banyak terdapat di Indonesia.

Menurut tim yang terdiri dari Ridho Pambudi, Zouki Jasin Safera, dan Aufa Abdirrohman Ar Rosyid, tanaman itu berpotensi mengatasi penyakit surra. Sebab lichen dapat menghasilkan berbagai macam senyawa seperti asam barbarat, asam galbiat, asam pulvinat, asam usnat, dan lainnya.

“Asam usnat yang dihasilkan oleh lichen dari ekstraksi akarnya dapat menghambat pertumbuhan protozoa melalui perusakan mitokondria, namun tidak menyebabkan kerusakan pada sel inang.” ungkap Ridho

Lichen atau lumut kerak dapat ditemukan di hutan, pegunungan kebun, dan taman karena dapat tumbuh diberbagai media tanam. (dta/Humas UB)