Alumni UB Sukses Menyandang Gelar Finalis Program DASS 2020

Sorry, this entry is only available in Indonesian.

Risca Fraditasari, S.Si, (tengah bawah) Finalis DEXA Medica Scholarship Award 2020

Di era pandemi Covid-19, masyarakat sangat membutuhkan obat yang dapat mencegah terjangkitnya virus yang tentunya memiliki efektivitas baik dan harga efisien. Hal itu menjadi latar belakang Risca Fraditasari, S.Si untuk ikut serta dalam program bergengsi milik Dexa Group, Dexa Award Science Scholarship (DASS) 2020. Keinginannya itu juga dibarengi dengan impian Risca untuk melanjutkan studi S2 di bidang kimia. Bertajuk “Inovasi untuk Bangsa”, acara seremoni digelar secara virtual melalui Youtube Channel Official Dexan TV pada Jumat (17/6/2020) lalu.

Pada kesempatan ini, Risca mempresentasikan hasil penelitian tentang obat pencegahan Covid-19 menggunakan bahan alami dari kulit jeruk. Dari hasil penelitiannya, ia menunjukkan bahwa kulit jeruk cukup efektif sebagai obat pencegahan virus Covid-19 yang saat ini dibutuhkan masyarakat. Karena ketersediaan bahan melimpah, diharapkan obat kulit jeruk dapat di produksi dan dijual dengan harga efisien.

“Penelitian sebelumnya masih dalam tahap komputasi, menunjukkan bahwa kulit jeruk bisa digunakan sebagai alternatif obat untuk Covid-19”, ujarnya. Riset kulit jeruk sukses mengantarkan alumni FMIPA UB ini menjadi 10 besar finalis DASS 2020, menyisihkan 1.691 pendaftar dari seluruh Indonesia. Risca mendapatkan beberapa reward dari Dexa, meliputi piagam penghargaan sebagai finalis, sejumlah uang, dan starter kit obat-obatan.

Risca merekomendasikan kepada seluruh mahasiswa untuk berpartisipasi dalam program ini karena persyaratannya cukup mudah. “Beasiswa ini patut dicoba, karena tidak mengeluarkan biaya sepeser pun. Semua tahapan dilakukan secara online dan persyaratannya tidak sesulit program beasiswa lain”, ungkap wanita yang kerap disapa Icha itu.

Dexa Award Science Scholarship (DASS)  adalah program beasiswa gagasan Founder Dexa Group (Alm.) Bapak Rudy Soetikno.  Dalam program beasiswa tersebut, mahasiswa dapat mengajukan proposal penelitian dari berbagai bidang keilmuan yang terkait dengan kesehatan. Kemudian hasilnya akan diaplikasikan untuk kesehatan masyarakat. Dexa Group akan memberikan apresiasi beasiswa atau biaya riset senilai Rp 1 miliar dan bebas memilih Perguruan Tinggi terakreditasi A di seluruh Indonesia. “Hingga saat ini DASS  telah memberikan lebih dari 3.000 beasiswa mulai tingkat pendidikan dasar, akademis profesi Apoteker, hingga jenjang pendidikan tinggi S2 sejak tahun 2009”, ujar Sonny Himawan selaku Ketua Panitia DASS 2020. [VQ]

 See also